Menurut pengamat film Adrian Jonathan Pasaribu, itu karena The Raid 2: Berandal mampu menembus pasar Amerika. "IMDb itu kan berbasis vote, kebanyakan oleh orang Amerika. Film kita yang punya peluang diputar di sana ya cuma The Raid," ujar Adrian saat dihubungi CNN Indonesia melalui telepon pada Senin (5/1).
The Raid 2: Berandal memang dilirik produser Amerika setelah film yang dibintangi Iko Uwais itu mendapat kehormatan diputar di Sundance Film Festival. Itu merupakan salah satu festival film terbesar di Amerika. Banyak distributor membidik film di sana, untuk dipasarkan di negara adidaya. The Raid 2: Berandal ternyata sukses membetot perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membuat film seperti itu, diakui Adrian tidak mudah. Film selalu dibuat dengan konteks. Menontonnya pun ada konteks tertentu. Sesuatu yang menggelikan di Indonesia misalnya, belum tentu lucu di Amerika, begitu pula sebaliknya.
Meski koreografi The Raid 2: Berandal disebut-sebut menyuguhkan silat khas Indonesia, orang luar ternyata tak peduli. "Teman-teman saya yang nonton di sana, mereka enggak mau tahu itu. Pokoknya berantem. Mau pakai Merah Putih kek, apa kek," ujar Adrian berseloroh.
(rsa/utw)