Sejumlah 12 orang tewas dalam serangan itu. Para seniman langsung bereaksi. Selain menggelar demonstrasi damai, mereka juga bersimpati melalui media sosial. Di Twitter, para seniman mengunggah gambar-gambar kartun melawan serangan terorisme oleh Islam radikal.
Kebanyakan gambar mengesankan, terorisme tidak akan pernah mematikan kebebasan berekspresi melalui seni. Akun @Patbagley mengunggah gambar seorang berbusana serba hitam yang menembak kartunis sampai berdarah-darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cartoonist around the world respond https://imgur.com/gallery/X2dT5 via @imgur #JeSuisCharlie," akun itu menuliskan.
Masih ada gambar lain yang diunggah akun @annakosturova. Ia memamerkan gambar pensil dalam tiga masa. Kemarin, pensil merah dalam gambarnya masih lurus. Hari ini, pensil itu patah menjadi dua. Terakhir, esok, patahan pensil merah itu ujungnya menjadi pensil lagi.
Akun @oranaise mengunggah gambar teroris berbusana serba hitam yang menembak pensil kuning menjadi dua bagian. Pensil itu kemudian mati terbelah dua. Namun dengan sebuah rautan kecil, pensil itu hidup kembali dan ujungnya justru menghapus si penembak.
Sebuah kata-kata mutiara dari George Orwell disampaikan akun @bethlittleford. "If liberty means anything at all, it means the right to tell people what they do not want to hear."
Bukan hanya itu, akun @CMSennott juga menulis, "Remembering the words of Cherb: 'I Would rather die on my feet than live on my knees." Ditambah lagi dari akun @missciccone yang mengutip Madonna dan mengecam kelompok radikal Islam, "Killing the name of God is man's idea, not God's. -- @madonna #JeSuisCharlie."
(rsa/utw)