Tokoh Publik

Bob Sadino, Kuli Berupah Rp 100 yang Jadi Konglomerat

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 19/01/2015 20:14 WIB
Bob Sadino, Kuli Berupah Rp 100 yang Jadi Konglomerat Bob Sadino (Dok. Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha yang kerap kali bepergian dengan celana pendek, Bob Sadino meninggal dunia di usia ke-76 tahun pada Senin (19/1). Kabar yang datang dari pesan singkat ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh pengusaha Sandiaga Uno.

Sandiaga membenarkan kabar tersebut sesuai yang dilansir oleh detikcom. "Benar meninggal, saya dapat kabar dari keluarga.”

(Baca juga: Sandiaga Uno Konfirmasi Kepergian Bob Sadino)


Kabar meninggalnya pengusaha ritel Kem Chicks tersebut berasal dari anak almarhum. Kabar pertama kali disampaikan pukul 17.30 oleh anak almarhum kepada anggota DPD Fahira Idris, selain dari anak Bob, Fahira juga mendapat kabar dari seniman Sys NS.

Bukan kali pertama kabar meninggalnya pengusaha ini beredar, sebelumnya sudah beberapa kali beredar isu wafatnya Bob sadino. Pada November 2014, ia pernah dikabarkan wafat setelah dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah jakarta Selatan. Namun, kemudian ia muncul masih dalam kondisi sehat.

Sebelum meninggal, Bob kembali dirawat di RS Pondok Indah hingga akhirnya Tuhan memanggilnya.

Bob Sadino merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia yang akrab dengan dunia hiburan Tanah Air. Pengusaha ini lahir di Tanjung Karang, Bandar Lampung pada 9 Maret 1939.

Kisah kesuksesannya banyak menginspirasi para pengusaha baru di Indonesia, terutama mengenai cikal bakal ia membangun usaha Kemfood dan Kemchicks.

Pengusaha bidang peternakan dan pangan ini lahir dari keluarga yang berkecukupan. Setelah ia bertemu wanita yang kemudian menjadi istrinya, Soelami Soejoed di Belanda, ia memutuskan untuk membeli sepetak tanah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Ia lalu keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta lantaran ingin memulai bisnis secara mandiri. Pengusaha bernama lengkap Bambang Mustari Sadino ini lantas menyewakan mobil Mercedes miliknya, namun sayang ia mengalami kecelakaan dan mobilnya rusak parah.

Karena tidak memiliki uang untuk memperbaiki, maka Bob banting stir menjadi kuli dengan upah waktu itu adalah Rp 100. Kemudian temannya menyarankan Bob untuk mulai berbisnis ayam negeri yang ketika itu belum populer.

Bob mengikuti saran tersebut dengan mengenalkan telur dan ayam negeri kepada para ekspatriat di Kemang. Semakin lama tren ayam negeri semakin berkembang yang berimbas pesatnya perkembangan bisnis yang ia miliki.

Kini, Bob meninggalkan bisnis ritel Kem Chicks, peternakan, dan produsen sayuran hidroponik yang ia pelopori di Indonesia.


(end/mer)