Stand Up Comedy

Pride of Bekasi: Kebanggaan Warga Korban Bully

Vega Probo, CNN Indonesia | Kamis, 29/01/2015 13:40 WIB
Pride of Bekasi: Kebanggaan Warga Korban Bully Ilustrasi: Karier sebagai comic mengubah nasib putra Bekasi, Awwe. (Fajrian/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pencinta stand up comedy tentu tak asing dengan salah satu tajuk pertunjukannya, Pride of Bekasi, baik yang disiarkan stasiun televisi swasta maupun disajikan live di ruang publik.

Salah satu pengusung tajuk ini, Awwe, memang tumbuh dan besar di Bekasi. Mengaku sangat mengenal kotanya dengan sangat baik, maka pria lucu ini pun menjadikan Bekasi sebagai tema lawakannya.

“Saya sudah ikutan stand up comedy sejak 2011, dan sebenarnya materi Bekasi sudah habis pas 2013,” kata pria kocak bernama asli Andi Wijaya saat dihubungi CNN Indonesia, kemarin (28/1).


Belakangan ini, guyonan soal Bekasi merebak lagi, utamanya di media sosial. “Saya jadi punya materi lagi,” katanya. “Saking banyaknya, saya bingung mana materi yang paling lucu.”

Tak Tersinggung Bekasi Di-Bully

Saat ditanya apa yang membuatnya bangga sebagai warga Bekasi, Awwe jujur mengakui tak ada, selain kisah heroik era kolonial Belanda dan puisi Karawang Bekasi karya Chairil Anwar.

Bait puisi yang dibuat tiga tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan RI itu berbunyi, “Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi tidak bisa teriak 'Merdeka' dan angkat senjata lagi.”

Kini, kisah heroik dan bait puisi tentang Bekasi seolah terlupakan, tergantikan oleh meme dan celetukan sarkasme. Sekalipun Bekasi kerap di-bully, Awwe mengaku tak tersinggung.

“Bekasi di-bully, mungkin warganya paling banyak yang bekerja di Jakarta. Lihat saja, pintu tolnya paling banyak. Hahaha,” kata Awwe. “Saya tidak tersinggung, mereka hanya bercanda.“

Aksi bully terhadap Bekasi, diakui Awwe, justru menaikkan pamor Bekasi. Orang yang semula tidak tahu tetangga Ibu Kota ini, jadi tahu. Ia tak gentar membawakan topik Bekasi tiap kali beraksi.

Saat diajak Pandji Pragiwaksono ikut tur dunia stand up comedy, tahun lalu, Awwe “mengancam” hanya  bersedia ikut jika diperkenankan membawakan topik Bekasi. Pandji pun mengiyakan.

“Ibarat anak band, Bekasi itu lagu favorit saya!” kata Awwe yang tampil ngocol di Singapura, Amsterdam dan Berlin. “Senang membicarakan hal yang paling dekat dengan saya sedari kecil.”

Comic Mengubah Jalan Hidup

Pandji suatu kali pernah membocorkan kehidupan Awwe kini setelah aktif ber-stand up comedy yang menjadi jauh lebih baik. “Sekarang dia pakai iPhone seri terbaru.”

Diakui Awwe, “Awalnya hidup saya susah banget.” Namun ia mengelak menyatakan karier sebagai comic menjanjikan dari segi materi. “Tapi kalau dibilang mengubah orang itu ya, benar.”

Berkat stand up comedy, Awwe berkesempatan melanglang Tanah Air, bahkan hingga mancanegara. Padahal dulu, untuk bisa menjenguk saudaranya yang tinggal di Yogyakarta pun ia tak mampu.

Awwe mengaku, sedari remaja memang hobi ngocol. Pada saat yang sama acara stand up comedy tengah marak di layar kaca. Ia pun coba melawak di hadapan teman-temannya, dan gagal.

“Enggak lucu, enggak ada yang ketawa,” katanya. Tak patah semangat, ia nekad memulai debut openmic di Coffee Toffee di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, dan menjajal gig pertama di Eco Bar di kawasan Kemang.

Begitu bertemu Pandji, karier Awwe makin melesat. Ia mengaku, tak mendapat mentoring khusus, namun senang memperhatikan dan melontarkan pertanyaan kepada comic senior macam Pandji dan Raditya Dika.

Tahun ini, anggota komunitas Stand Up Indo Bekasi ini siap membikin pertunjukan spesial stand up comedy berdurasi satu jam lebih. Materinya, tentu saja Bekasi, plus materi lain yang terbilang aktual.

“Salah satunya, saya ingin bahas soal mata genit,” kata pengagum Chris Rock ini. “Soalnya saya heran kenapa banyak bayi yang diajarin mata genit. Hahaha!”


(vga/vga)