Mengintip Rahasia Sukses Bisnis Fesyen Tommy Hilfiger

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 30/01/2015 16:15 WIB
Tommy Hilfiger meluncurkan memoar yang merangkum hampir seluruh fase kehidupan hingga sukses memiliki merek global bernilai triliunan dolar. Tommy Hilfiger di kediamannya yang didominasi warna cerah khas rancangannya. (Douglas Freedman/Architectural Digest)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagaimana gerai dengan logo merah-putih-biru bisa mejeng di berbagai mal bergengsi di dunia, termasuk Indonesia? Bagaimana sosok di baliknya, Tommy Hilfiger, sukses meraup triliunan Dolar dari bisnis fesyen? Jawabannya ada di buku yang rilis musim gugur tahun ini.

Tommy Hilfiger, salah satu perancang kelas dunia akan meluncurkan memoarnya. Kamis (29/1) kemarin, penerbitnya mengumumkan bahwa buku itu akan merangkum hampir seluruh fase kehidupan Hilfiger. Mulai memori masa anak-anak, pengalaman menimba ilmu, jatuh bangunnya menggeluti dunia fesyen, sampai keputusan besar yang membuatnya menggenggam sukses memiliki merek global bernilai triliunan dolar.

"Berdasarkan pengalaman saya di industri fesyen selama lebih dari 30 tahun, itu perjalanan yang cukup liar, penuh dengan momen bersejarah yang sangat menentukan karier dan kehidupan personal saya. Saya selalu percaya yang terbaik belum datang. Tapi sejauh ini, saya telah bertualang menjelajahi hidup," ucap Hilfiger dalam sebuah pernyataan, yang dikutip situs LA Times.


Hilfiger sendiri dikenal sebagai perancang asal Amerika. Ia lahir di Elmira, New York, 24 Maret 1951. Ia merupakan anak ke-dua dari sembilan bersaudara. Ayahnya bergelut dengan emas, sedang ibunya seorang perawat. Orang tuanya menghendaki Hilfiger kuliah dan berkarier di bidang tradisional. Ia pun mengenyam pendidikan tinggi di GST BOCES Bush, bidang permesinan.

Namun daripada melanjutkan pendidikan, Hilfiger lebih memilih bekerja di bidang retail ketika usianya menginjak 18 tahun. Hilfiger pergi ke New York, memberi celana jin dan kancing, merancangnya sendiri, lalu menjualnya di Brown, sebuah toko kecil di perdagangan lokal Elmira.

Beberapa tahun kemudian, ia membuka tokonya sendiri, The People's Place. Ia pun jatuh bangun. Tokonya pernah diterjang banjir pada 1972. Pernah juga dihancurkan untuk membangun lapangan hoki. Saat perdagangan Elmira beranjak ke Arnot Mall, Hilfiger pun bangkrut.

Ia lalu pindah ke New York bersama istrinya, Susie. Hilfiger ditawari menjadi asisten desain untuk Calvin Klein dan Perry Ellis, namun ditolak. Pada 1985, ia menggagas Tommy Hilfiger Corporation. Hilfiger memperkenalkan rancangan khasnya yang maskulin untuk pria.

Ia didapuk sebagai Perancang Pria Tahun Ini pada 1995 oleh Council of Fashion Designers of America. Sampai tahun 2004, perusahaan yang ia dirikan menghidupi 5.400 karyawan dan terus mendatangkan keuntungan sampai triliunan Dolar.

Musim gugur tahun ini, 30 tahun sudah Hilfiger malang-melintang di dunia fesyen. Ia ingin menerbitkan memoar sebagai tonggak pengenang. (rsa/vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK