Tommy Hilfiger, salah satu perancang kelas dunia akan meluncurkan memoarnya. Kamis (29/1) kemarin, penerbitnya mengumumkan bahwa buku itu akan merangkum hampir seluruh fase kehidupan Hilfiger. Mulai memori masa anak-anak, pengalaman menimba ilmu, jatuh bangunnya menggeluti dunia fesyen, sampai keputusan besar yang membuatnya menggenggam sukses memiliki merek global bernilai triliunan dolar.
"Berdasarkan pengalaman saya di industri fesyen selama lebih dari 30 tahun, itu perjalanan yang cukup liar, penuh dengan momen bersejarah yang sangat menentukan karier dan kehidupan personal saya. Saya selalu percaya yang terbaik belum datang. Tapi sejauh ini, saya telah bertualang menjelajahi hidup," ucap Hilfiger dalam sebuah pernyataan, yang dikutip situs LA Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun daripada melanjutkan pendidikan, Hilfiger lebih memilih bekerja di bidang retail ketika usianya menginjak 18 tahun. Hilfiger pergi ke New York, memberi celana jin dan kancing, merancangnya sendiri, lalu menjualnya di Brown, sebuah toko kecil di perdagangan lokal Elmira.
Ia lalu pindah ke New York bersama istrinya, Susie. Hilfiger ditawari menjadi asisten desain untuk Calvin Klein dan Perry Ellis, namun ditolak. Pada 1985, ia menggagas Tommy Hilfiger Corporation. Hilfiger memperkenalkan rancangan khasnya yang maskulin untuk pria.
Ia didapuk sebagai Perancang Pria Tahun Ini pada 1995 oleh Council of Fashion Designers of America. Sampai tahun 2004, perusahaan yang ia dirikan menghidupi 5.400 karyawan dan terus mendatangkan keuntungan sampai triliunan Dolar.
Musim gugur tahun ini, 30 tahun sudah Hilfiger malang-melintang di dunia fesyen. Ia ingin menerbitkan memoar sebagai tonggak pengenang. (rsa/vga)