"Judulnya Ayat-ayat Adinda, in sya Allah keluar pada bulan Ramadhan tahun ini," ujar Surya saat ditemui CNN Indonesia di kawasan Gatot Subroto Jakarta Selatan, kemarin (12/2).
Film yang digarap oleh Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra tersebut mengisahkan sebuah keluarga yang menganut kepercayaan tertentu, kemudian harus sering berpindah tempat lantaran dianggap kafir dan ditolak oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi saya film ini bagus banget, karena mengajarkan untuk menghargai perbedaan," ujar Surya.
Ia menilai banyak golongan hanya memiliki pemahaman agama sebatas gambaran umum dan tidak memahami esensi dari Islam itu sendiri.
Selama seorang muslim mengakui kalimat syahadat sebagai pengakuan terhadap keesaan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, maka menurut Surya, orang tersebut tidak kafir dan tidak ada yang dapat menilai kekafiran seseorang.
"Orang yang selalu merasa paling benar, seperti bangunan tinggi tanpa jendela: panas. Tapi orang yang selalu ingin belajar dan terbuka akan perbedaan seperti bangunan dengan jendela: adem," katanya.
Untuk semakin memperdalam perannya dalam film ini, Surya mempelajari gerak-gerik teman-temanya yang mengikuti aliran tertentu. Dan dirinya banyak mengambil pelajaran dari kegiatannya tersebut.
"Yang jelas, " ujar Surya, "bagi saya, perbedaan itu indah."
(vga/vga)