Persaingan Semu Dunia K-Pop

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2015 17:20 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Tanpa jaminan masuk ke dalam manajemen K-pop, para pemuda dan pemudi di Korea rela bersaing demi mencicipi ketenaran dan kesuksesan seorang bintang.

Kim Si-yoon (tengah) yang masih duduk di kelas tiga sekolah dasar, mengaku sudah tahu apa saja pengorbanan yang harus ia lakukan untuk mengejar mimpinya menjadi artis K-pop. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Ia bangun tidur jam setengah delapan pagi untuk berangkat ke sekolah. Setelah sekolah usai, ia mengikuti latihan vokal, latihan menari dan les mata pelajaran, sebelum akhirnya kembali tidur pada tengah malam. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Ribuan anak di Korea juga memiliki cita-cita seperti Kim, setelah melihat penampilan bintang asal negara mereka, Psy, yang terkenal lewat lagu Gangnam Style pada 2012. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Keinginan menjadi bintang K-pop ialah cita-cita yang diinginkan oleh 21 persen anak muda di Korea. Mereka memiliki ideologi kalau penampilan menarik, ketenaran dan kemewahan gaya hidup adalah tujuan utama dari hidup mereka. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jang Ha-jin diterima masuk ke manajemen SM setelah melalui audisi pada sepuluh tahun yang lalu. Wanita muda tersebut mengaku “terperangkap” dalam jadwal sibuk manajemennya selama tiga tahun. Ia pun mengundurkan diri. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jang kini sibuk melanjutkan pendidikannya di jurusan teknik yang sempat terhenti. Ia membenarkan ketatnya persaingan di audisi manajemen K-pop. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Sejak mengikuti audisi, Jang merasa rendah diri. Ia kerap membandingkan fisiknya dengan pesaingnya sehingga ia sering lupa bersyukur. Belum lagi ia harus bersaing untuk merebut hati para penilai. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Kesuksesan memang baru bisa dirasakan oleh mereka yang diterima secara resmi oleh manajemen. Tidak hanya di Korea, mereka akan merasakan nikmatnya dielu-elukan di Tiongkok dan Jepang, karena saat ini K-pop memang sedang menjadi wabah baru di sana. (REUTERS/Kim Hong-Ji)