Dalam album tersebut, terdapat beberapa lagu yang menjadi hits, yaitu Last Nite, Hard To Explain, Someday dan Modern Age.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bertemu Julian Casablanca (vokalis) di umur 13 tahun saat bersekolah di Swiss. Beberapa tahun kemudian, kami bertemu kembali dan tinggal bersama," kata Albert, sang gitaris.
"Setelah konser pertama kami berkumpul di bar dengan banyak wanita cantik. Kami pun akhirnya sepakat untuk melanjutkan band ini," ujar Albert sambil tertawa.
The Strokes memang telah lama menghilang. Album terakhir yang mereka merilis berjudul Comedown Machine pada 2013.
Sepanjang kariernya, The Strokes telah merilis lima album yaitu Angles (2011), First Impressions of Earth (2006), Room on fire (2003) dan Is This It (2001).
Sayang, dari sekian banyak album, yang paling fenomenal hanyalah Is This It dan Room on Fire.
Selebihnya, album The Strokes terkesan dipaksakan, apalagi setelah sang vokalis berkarier solo di lembah elektronik dengan merilis album berjudul Pharazes for the Young para 2009.
Tidak hanya Julian, Albert, Fab dan Nikolai juga mengerjakan proyek solo. Tentu saja nuansa lagunya masih mirip The Strokes.
Akankah The Strokes kembali mengeluarkan album tahun ini atau mungkin berkonser di Indonesia, sepertinya hanya The Strokes dan Tuhan yang tahu.
Tapi yang pasti, karya awal The Strokes berhasil menginspirasi banyak musisi, dari Arctic Monkeys hingga The Changcuters.
[Gambas:Youtube]
(ard/ard)