Swedia Larang Berjoget di Area publik
CNN Indonesia
Jumat, 03 Apr 2015 06:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Walau kontroversial, namun anggota parlemen Swedia akan tetap menerapkan aturan mengenai pelarangan berjoget di area publik.
Dalam aturan tersebut, pemilik area publik harus memiliki izin berjoget di tempatnya agar terhindar dari hukum.
Bar, klub, arena konser dan restoran, yang tidak memiliki izin akan dijatuhi hukuman jika salah satu pengunjungnya kedapatan berjoget.
Pemilik area publik pun diizinkan untuk mengusir pengunjung tersebut.
Pihak berwajib merasa kalau menari di area publik sering memicu terjadinya keributan.
Tanpa aturan izin berjoget, mereka mengaku kerepotan jika harus memantau kondisi di setiap area publik.
Sejak tahun 2007, sebagian anggota parlemen Swedia berusaha mewujudkan aturan tersebut.
Sebagai bentuk aksi protes, pada tahun 2012 sejumlah penari turun ke jalanan Stockholm.
Saat ini pemilik klub malam, Anders Verveus, mengaku kalau ia bersama teman-temannya sedang merencanakan aksi yang sama pada Agustus 2015.
"Kira-kira nanti ada sekitar 10.000 orang yang akan turun ke jalan dan berjoget untuk memprotes aturan konyol tersebut," kata Varveus seperti yang dikutip dari Daily Mail pada Selasa (31/3).
"Menggerakan tubuh adalah hak Anda. Kami juga tidak mengerti seperti apa yang dianggap berjoget oleh mereka. Ini sungguh menggelikan," lanjutnya.
Add
as a preferred
source on Google
Dalam aturan tersebut, pemilik area publik harus memiliki izin berjoget di tempatnya agar terhindar dari hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwajib merasa kalau menari di area publik sering memicu terjadinya keributan.
Sejak tahun 2007, sebagian anggota parlemen Swedia berusaha mewujudkan aturan tersebut.
Sebagai bentuk aksi protes, pada tahun 2012 sejumlah penari turun ke jalanan Stockholm.
Saat ini pemilik klub malam, Anders Verveus, mengaku kalau ia bersama teman-temannya sedang merencanakan aksi yang sama pada Agustus 2015.
"Kira-kira nanti ada sekitar 10.000 orang yang akan turun ke jalan dan berjoget untuk memprotes aturan konyol tersebut," kata Varveus seperti yang dikutip dari Daily Mail pada Selasa (31/3).
"Menggerakan tubuh adalah hak Anda. Kami juga tidak mengerti seperti apa yang dianggap berjoget oleh mereka. Ini sungguh menggelikan," lanjutnya.
Add
as a preferred source on Google