Basis PWG, Dochi, mengatakan rahasia awet band mereka justru karena personelnya jarang bertemu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tampak solid, namun PWG juga pernah mengalami krisis komunikasi, walau tidak sampai bertengkar hebat.
Sudah menjadi rahasia umum kalau keberadaan PWG dan para penggemarnya, yang disebut Dorks, kerap bersitegang dengan para haters yang melabeli diri mereka dengan nama yang kurang kreatif, Anti-PWG (APWG).
APWG kerap mem-bully para personel PWG di media sosial, terutama Dochi, yang terkadang vokal saat menulis di akun media sosialnya.
Diceritakan Dochi, berkat Sansan seluruh personel kini bisa menghadapi situasi tersebut dengan kepala dingin.
"Sansan salah satu orang yang tangguh dan bisa membuat kami tetap fokus melakukan hal yang lebih penting daripada melayani para haters," ujar Dochi.
Dewasa namun tetap gila
Dari situs resmi mereka, inheritpoppunk.com, diketahui PWG sudah merilis album sejak 2008.
Hingga 2014, mereka telah merilis enam album yaitu Stories from Our High School Years (2008), The Sophomore (2009), Ad Astra Per Aspera (2010), You and I Going South (2012), The Transit (2013) dan 2014 (2014).
Menandai umur yang ke-delapan, PWG juga berniat merilis album baru.
Direncanakan rilis pada Juni 2015, album baru tersebut berisi sekitar 13 lagu yang dikatakan Dochi akan lebih dewasa dengan tema kilas balik.
"Tidak hanya saya, di album baru nanti seluruh personel menyumbangkan lirik lagu. Meski temanya dewasa, namun album ini akan tetap gila!" kata Dochi.
PWG akan merayakan ulang tahun ke-delapan secara meriah dengan menggelar konser kecil di Rooftoop BSD Junction, pada Sabtu (11/4).
"Persiapan acara ulang tahun ini sejak tiga bulan yang lalu. Sambil menyusun album, kami juga sudah mencicil latihan untuk acara perayaan ulang tahun," kata Dochi.
Acara yang digelar sejak pukul 14.00-20.00 WIB ini tidak hanya akan diisi oleh PWG, melainkan juga oleh band-band yang tak lain teman mereka seperti Alone At Last, Speak Up dan Seems Like Yesterday. Juga akan ada pameran foto hasil karya Dorks.
"Semua band akan meng-cover lagu-lagu PWG. Tentu saja ini sangat menarik, karena band-band yang mengisi genre musiknya berbeda dengan PWG," ujar Dochi.
Sekitar 1.500 orang dipastikan akan hadir di acara dengan harga tiket yang dijual "hanya" Rp 25.000. Lalu apakah sudah ada antisipasi keamanan apabila ada APWG yang datang?
"Kayaknya haters enggak pernah datang deh, mereka lebih sibuk di media sosial. Tapi untuk urusan keamanan tetap kami prioritaskan," kata Dochi menutup pembicaraan.
[Gambas:Youtube]
(ard/ard)