Pernyataan tersebut disampaikan Arief usai parade yang diikuti oleh 14 negara dengan total delegasi sebanyak 20 delegasi luar negeri. Parade terakhir dalam rangkaian Karnaval Asia-Afrika tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kepada seluruh elemen masyarakat Bandung atas partisipasi dalam Karnaval Asia-Afrika.
"In sya Allah tadi Pak Menteri melihat antuasisme yang luar biasa untuk menjadi forum dan event internasional. Oleh pemerintah pusat saya ingin imajinasi ini dibawa lebih jauh supaya suatu hari bisa sejajar dengan Rio Carnival misalnya di standar dunia, nanti kita evaluasi," Ridwan menjelaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebahagiaan terbesar adalah warga Bandung kompak lagi, itu mahal harganya," ucap Ridwan ketika ditemui di Pendopo Wali Kota Bandung pada (25/4). Wali Kota Bandung tersebut berucap bahwa Pemkot hanya menyediakan panggung bagi berbagai kreativitas warga dan mengatur regulasi.
"Kalau dari sisi bisnis ini suatu kesempatan yang luar biasa," kata Arief. Dia juga menilai bahwa mencari keuntungan ekonomis dalam acara kebudayaan adalah perwujudan ekonomi kreatif.
Ridwan mengungkapkan, rencana Kemenpar untuk membuka restoran Indonesia di Seoul, Korea Selatan. Restoran tersebut akan mempromosikan masakan Indonesia dan sebagian dari cita rasa kuliner Bandung.
Arief juga menambahkan bahwa Korea Selatan sudah lebih dulu melakukan upaya sistematis dalam manajemen industri kebudayaan mereka. (vga)