Menteri Pariwisata: Karnaval Asia-Afrika jadi Acara Tahunan

Nadi Tirta Pradesha, CNN Indonesia | Minggu, 26/04/2015 10:01 WIB
Menteri Pariwisata: Karnaval Asia-Afrika jadi Acara Tahunan Karnaval Asia Afrika di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4). Parade berkaitan rangkaian Peringatan ke-60 Tahun Konferensi Asia Afrika. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz/par/15)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Saya deklarasi; bahwa Karnaval Asia-Afrika merupakan event internasional tahunan!" seru Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya menutup acara Parade Asia-Afrika di Jalan Asia-Afrika, Bandung, kemarin (25/4).

Pernyataan tersebut disampaikan Arief usai parade yang diikuti oleh 14 negara dengan total delegasi sebanyak 20 delegasi luar negeri. Parade terakhir dalam rangkaian Karnaval Asia-Afrika tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kepada seluruh elemen masyarakat Bandung atas partisipasi dalam Karnaval Asia-Afrika.

"In sya Allah tadi Pak Menteri melihat antuasisme yang luar biasa untuk menjadi forum dan event internasional. Oleh pemerintah pusat saya ingin imajinasi ini dibawa lebih jauh supaya suatu hari bisa sejajar dengan Rio Carnival misalnya di standar dunia, nanti kita evaluasi," Ridwan menjelaskan.


Pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga berkata akan menyelenggarakan Karnaval Asia-Afrika dengan skala yang lebih besar, durasi lebih panjang dan diharapkan lebih meriah. Ridwan juga menyampaikan bahwa keuntungan yang dicapai baginya justru bukan dari segi ekonomi.

"Kebahagiaan terbesar adalah warga Bandung kompak lagi, itu mahal harganya," ucap Ridwan ketika ditemui di Pendopo Wali Kota Bandung pada (25/4). Wali Kota Bandung tersebut berucap bahwa Pemkot hanya menyediakan panggung bagi berbagai kreativitas warga dan mengatur regulasi.

"Yang bisa membuat (acara) seperti ini hanya Bandung," kata Menpar Arief Yahya. Menurutnya kelebihan kota Bandung harus bisa dimanfaatkan, contohnya seperti menjadikan Karnaval Asia-Afrika sebagai acara tahunan.

"Kalau dari sisi bisnis ini suatu kesempatan yang luar biasa," kata Arief. Dia juga menilai bahwa mencari keuntungan ekonomis dalam acara kebudayaan adalah perwujudan ekonomi kreatif.

Ridwan mengungkapkan, rencana Kemenpar untuk membuka restoran Indonesia di Seoul, Korea Selatan. Restoran tersebut akan mempromosikan masakan Indonesia dan sebagian dari cita rasa kuliner Bandung.

Arief juga menambahkan bahwa Korea Selatan sudah lebih dulu melakukan upaya sistematis dalam manajemen industri kebudayaan mereka. (vga)