193 Kota di Jerman Boikot Penayangan Sekuel 'Avengers'

Ardita Mustafa | CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2015 08:19 WIB
Ini bukanlah kali pertama. Pada 2003, sebanyak 200 bioskop di Jerman menolak menayangkan film Hulk dengan alasan yang sama. Ini bukanlah kali pertama. Tahun 2003, sebanyak 200 bioskop di Jerman menolak menayangkan film Hulk dengan alasan yang sama. (Dok. Walt Disney Studio Motion Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski film Avengers: Age Of Ultron sudah meraup keuntungan hingga US$201 juta di seluruh dunia, nyatanya banyak kota kecil di Jerman tidak menayangkan film Marvel tersebut.

Ratusan pemilik bioskop di sana telah menyatakan menolak penayangan film Avengers ke-dua, karena Disney menaikan harga sewa film tersebut, seperti yang dikutip dari Deutsche Welle. 

Sebelumnya, studio meminta harga sewa sebesar 47,7 persen dari keuntungan yang sebuah bioskop dapat, namun untuk sekuel Avengers, Disney meminta harga sewa sebesar 53 persen, yang tentu saja membuat kesal banyak pemilik bioskop kecil.

Sebanyak 193 kota di Jerman dilanda boikot yang dilakukan oleh para pemilik bioskop. Dan secara keseluruhan, film Avengers ke-dua tidak tayang di 686 layar di bioksop di sana.

"Kami sangat khawatir, terutama pemilik bioskop di timur Jerman," kata Karl-Heinz Meier, juru bicara dari kelompok advokasi yang mewakili para pemilik bioskop yang memboikot penayangan Avengers.

"Saat harga sewa naik, banyak masalah yang terjadi, contohnya bioskop yang tutup," lanjutnya, seperti yang dikutip dari Guardian, pada Selasa (28/4).

Hingga saat berita ini diterbitkan, pihak Disney menolak untuk memberikan pernyataan resmi.

Masih dilansir dari Guardian, pihak Disney mengatakan, tidak akan membicarakan perihal hubungan kerja sama bisnis ke publik.

Ini bukanlah kali pertama bioskop di Jerman memboikot sebuah film. Pada 2003, sebanyak 200 bioskop menolak menayangkan film Hulk dengan alasan yang sama.

Di luar isu pemboikotan, film Avengers cukup digemari di Jerman. Pada akhir pekan ini, film tersebut berhasil meraup keuntungan sebesar US$9,3 juta.

(ard/ard)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER