Namun bagi aktris Salma Hayek, rangkaian kata indah dan bermakna saja tak cukup. Maka ia pun menggubah isi The Prophet menjadi rangkaian imaji, memproduseri film berjudul sama.
“Tak mudah bagi anak-anak untuk memahami The Prophet sebagaimana tertulis, karena itu kami membuat filmnya,” kata Salma di sela pemutaran perdana film ini di Lebanon, kemarin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salma datang ke Lebanon bersama anak dan ayahnya, yang memang keturunan Lebanon. Bagi Salma, film ini sekaligus menjadi salutasi bagi tanah leluhurnya, Lebanon.
Diakui Salma, buku ini mendekatkan hubungannya dengan sang ayah dan kerabatnya di Lebanon. “Melalui buku ini, saya makin mengenal kakek, yang berjasa mengajari saya tentang kehidupan.”
Film The Prophet berkisah tentang perempuan muda bernama Almitra yang berkawan dengan Mustafa, pujangga yang mendekam di balik kisi-kisi penjara karena dianggap “berbahaya.”
“Film ini tak ubahnya surat cinta yang diwariskan kepada keturunan saya,” kata wanita berdarah Lebanon-Meksiko, yang selain memproduseri, juga mengisi suara karakter Kamila, ibunda Almitra.
Sementara karakter Mustafa diisisuarakan oleh Liam Neeson. Film The Prophet digarap oleh Roger Allers, sutradara dan penulis naskah film Lion King. Score-nya digarap Gabriel Yared, komposer Perancis keturunan Lebanon yang menggarap English Patient.
Film The Prophet bakal ditayangkan di bioskop pada Agustus mendatang. Lewat film ini, diyakini Salma, banyak orang makin mengenal Kahlil Gibran, sang pujangga keturunan Lebanon yang karya-karyanya menyatukan banyak orang di dunia.
[Gambas:Youtube] (vga/vga)