Seiring meledaknya Ada Apa dengan Cinta? 2002, puisi Tentang Seseorang itu ikut melejit. Liriknya sampai dihapal luar kepala oleh remaja penggemar Rangga dan Cinta yang diperankan Nicholas Saputra dan Dian kala itu.
Puisi itu dilafalkan seperti Cinta menyanyikannya untuk Rangga diiringi petikan gitar di sebuah kafe. Adegan itu ada dalam Ada Apa dengan Cinta? (AADC) dan sangat fenomenal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memang lagi suka, mood," tuturnya. Padahal, Rako mengaku jarang baca puisi. Ia hanya banyak terinspirasi lirik lagu cinta. Ia mengaku suka mendengarkan Kla Project dan Chrisye yang puitis. Rako juga suka membawa-bawa jurnal ke mana pun ia pergi.
Setiap ada yang menarik, akan ia tulis. Dari situ lah Rako bisa mencipta puisi untuk AADC.
Setelah menyerahkan ke Mira, puisi itu "berangkat" lewat surat elektronik ke Riri Riza yang saat itu masih menempuh pendidikan di Inggris. "Riri bilang bagus banget, dan langsung dipakai," kata Rako menjelaskan.
Tidak ada bagian dari puisinya yang disunting. Hanya saja, ada satu bagian yang terpaksa sedikit dipersingkat karena keperluan editing film. Meski begitu, puisis Rako tetap menjadi salah satu "sihir ajaib" dalam filmnya.
Namun, Rako justru tidak merasa terkena dampak apa-apa. Keuntungan yang ia rasakan justru sebagai sutradara, bukan seniman maupun penyair. "Saya terlibat, jadi banyak belajar."
Setelah AADC, Rako diminta SinemArt membuat serial televisinya sampai sekitar 160 episode. "Lumayan, saya jadi punya kerja. Dan sekarang saya jadi sutradara film," ujar sutradara yang juga menggarap film 3 Nafas Likas itu.
Kini, Rako tengah memproduksi film bersama penyanyi Raisa Andriana. "Skenario sudah selesai. 75 persen di New York dan 25 persen di Jakarta," tuturnya. Namun sepertinya takkan ada puisi ala Cinta dan Rangga di film itu.
(rsa/rsa)