Simpulan ke-dua langsung dibantah Alva Rava, salah satu manajer artis di Indonesia. "Banyak manajer yang keberatan. Karena dunia bisnis yang seperti itu sebagian besar biasanya di luar urusan manajer," ujarnya saat dihubungi CNN Indonesia melalui telepon, Senin (11/5).
Ia melanjutkan dengan tegas, "Mungkin ada yang amatiran. Tapi kita profesional, enggak mau."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oknum itu, lanjutnya menjelaskan, bisa meminta jasa "plus plus" di awal transaksi profesional, maupun di akhir. Bisa juga, ujar Alva, mendatangi artis yang bersangkutan usai kontrak. "Bisa habis nyanyi pas lagi di luar kota. Ada yang minta pas lagi di Jakarta, atau langsung samperin habis main," tuturnya.
Berapa harga yang ditawarkan? Benarkah mencapai Rp 80 juta seperti tarif AA? "Sampai Rp 150 juta juga pernah," kata Alva.
Sejauh ini, Alva mengaku tetap terbuka bagaimana pun karakter kliennya. "Kalau ngomong event, saya tanggapi. Tapi kalau sudah belok ke situ, saya mentahkan," katanya tegas.
Ia mengaku bakal tahu jika sang klien akhirnya menghubungi artisnya dan menjalin kesepakatan "plus plus". Namun, Alva menutup mata. Tahu sama tahu, istilahnya. "Biasanya artis yang seperti itu punya 'germo'-nya sendiri. Tapi bukan berarti artis saya begitu," ujarnya.
(rsa/vga)