Di tengah konser, Boyzone meluluskan permintaan penonton yang mengharap kehadiran mendiang Stephen Gately ke atas panggung Istora Senayan, Jakarta, Jumat (22/5). Foto-foto masa lampau Gately ditampilkan. Suaranya pun diperdengarkan, disambung monolog masing-masing personel yang menerbitkan haru.
Gimmick lain yang tak bisa lepas dari dunia hiburan, adalah selfie. Bukan hanya Shane Lynch yang merasa harus selfie dengan latar penonton Indonesia. Keith Duffy juga ingin mengabadikan konser ke-dua di Jakarta, dengan jeda waktu 18 tahun dari yang pertama itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
No Matter What dinyanyikan Boyzone dengan sangat menggemparkan. Mereka mengajak penari latar wanita di atas panggung. Dilanjutkan Love Will Find a Way, lalu Boyzone menghilang di balik panggung. Mereka seperti mengisyaratkan perpisahan untuk malam ini.
Namun ternyata, menghilangnya Boyzone tidak terlalu lama. Mereka kembali ke atas panggung dengan lagu A Different Bit. Lynch kemudian berpidato, menyambut detik-detik terakhirnya.
"Mungkin ini lagu terakhir kami, tapi cintailah kami tanpa alasan," katanya, disusul lagu Love Me For A Reason. Zoner, penggemar Boyzone jelas mencintai mereka tanpa alasan. Penonton telah menunggu mereka 18 tahun, sejak konser terakhir di Jakarta pada 1997 lalu.
Ucapan terima kasih pun kembali diucapkan oleh Keating, untuk para penggemar yang setia. Mereka lalu menyanyikan lagu Life Is A Roller Coaster, dan penampilan Boyzone benar-benar telah usai. Konser mereka membuat emosi penonton naik turun bak main roller coaster.
Namun di akhir, Boyzone tentu saja menyisakan kepuasan tak ternilai. Mereka menepati janji, menyuguhkan konser nostalgia nan apik.
(rsa/rsa)