Kedua anak King menuduh bahwa ayah mereka meninggal karena diracun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya ayah kami dibunuh," kata mereka.
Sejak saat itu, King dirawat oleh Myron Johnson, asisten pribadi King.
Selama King berada dalam kondisi kritis, pihak keluarga King dilarang menjenguk musisi yang sanggup konser 300 kali dalam setahun tersebut oleh sang manajer, LaVerney Toney.
Toney berada dalam daftar ahli waris King dengan wasiat bernilai hingga puluhan juta dollar.
Pihak pengacara King, Brent Bryson, menyangkal tuduhan anak King dengan menyatakan bahwa King dirawat oleh tim dokter secara profesional hingga wafat.
Demi mendapatkan kepastian, prosedur otopsi dilakukan atas jenazah King yang dilakukan pada Minggu dan baru akan mendapatkan hasil selama delapan pekan setelahnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian Las Vegas menyatakan bahwa tidak ada bukti langsung yang menyiratkan indikasi terjadinya pembunuhan atas King.
"Selama ini mereka selalu membuat tuduhan, apa yang baru?" kata Toney menanggapi tuduhan pembunuhan yang dialamatkan kepadanya dan Johnson.
Toney telah bekerja dengan King selama 39 tahun dan telah memiliki wewenang atas segala urusan King.
King wafat setelah aktif dalam musik sejak 1948.
Saat hari meninggalnya, lebih dari 1.000 penggemar melayat untuk melepas kepergiannya dan lebih dari 350 orang hadir dalam prosesi memorial.
[Gambas:Youtube] (ard/ard)