Berbeda dengan konser God Bless sebelumnya, kali ini Achmad Albar, Djusuf "Ian" Antono, Donny Fattah Gagola, Abadi Soesman dan Fajar Satriatama akan diiringi orkestra.
Berbicara mewakili penyelenggara MusikKuKeren, Helmi Yahya yang tak lain penggemar berat God Bless mengaku, bermodalkan "nekat."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Setelah 20 Tahun, Band 'Ride' Akhirnya Reuni |
Para "Semut Hitam" ini rencananya akan membawakan kurang lebih 20 lagu dalam durasi 150 menit. Di usia lanjut, justru kini Achmad Albar dkk sering menggelar konser. Untuk itu, diperlukan persiapan lebih. Gitaris kawakan Ian Antono mengaku, hal terberat dari konser God Bless adalah sesi latihan.
Alasannya, menurut Ian, "Karena emang dulunya dibutuhkan orkestrasi. Banyak lagu-lagu God Bless itu bagusnya dibawakan secara 'kombo.' Nah, ini kebetulan ada backing orkestra, mungkin kita akan bawakan lagu kayak Cermin."
Lihat juga:Boyzone Tak Gentar Hadapi Boy Band Masa Kini |
Vokalis legendaris Achmad Albar juga menyatakan hal serupa, "Banyak sih yang disiapkan, ini ada kolaborasi dengan orkestra juga, banyak featuring-nya. Pokoknya seru lah. Mudah-mudahan kolaborasi dengan orkestra bisa sinkron semuanya, balance-nya rock dengan orkestra itu yang paling penting."
Tapi menurutnya, kolaborasi ini tak mengaburkan warna God Bless. Pemain keyboard Abadi Soesman berujar, justru string section lah yang akan mengadopsi aransemen God Bless.
"God Bless sudah punya trademark aransemen dan interlude, terlalu banyak dibandingkan lagunya. Hahaha. Masing masing punya kontribusi, sehingga aransemen God Bless ini yang nanti akan diorkestrasikan," ucap Abadi.
"Bersama Achmad, saya membentuk band ini dan masih sangat dikenal di kawasan Asia, saya sangat senang. Saya bermain dengan Donny juga, kami bertiga merupakan anggota pertama God Bless di tahun 1972," ujar Ludwig.
Tak hanya Ludwig yang mengungkap rasa senangnya pada God Bless, empat kolaborator lainnya pun mengungkap perasaan senada. Eet Sjahranie, gitaris Edane yang pernah menghuni God Bless, bahkan mengaku "pasrah."
"Disuruh nyanyi juga gue mau, jadi backing vocal ya om," tukas Eet pada Ian.
Tiga vokalis yang didaulat menjadi kolaborator God Bless pada konser tersebut masing-masing mengaku pengalaman ini seperti mimpi jadi kenyataan. Mantan vokalis Seurieus Candil berkata, dirinya terpengaruh aksi panggung God Bless.
Sementara itu, dua vokalis kolaborator lainnya adalah lulusan ajang pencarian bakat. Runner-up kompetisi Indonesian Idol musim delapan, Husein Alatas, dan penyanyi jebolan Mama Mia musim dua, Maria Calista, masing masing bercerita tentang kenangan mereka tentang God Bless.
"Sebelumnya, aku sempet kolaborasi sama om Ian dan Nicky Astria di AMI Awards, malamnya aku enggak bisa tidur, karena teman-teman banyak yang nge-fans sama om Ian dan om Iyek, mimpi bisa sepanggung sama om Ian. Nanti aku bisa kolaborasi sama satu band God Bless. Kayaknya aku orang paling beruntung tanggal tujuh nanti," ucap Husein.
"Mamaku selalu cekokin lagu-lagunya om Ian Antono yang dinyanyiin Nicky Astria. Nanti di konsernya God Bless, aku akhirnya bisa nyanyi teriak-teriak. Hahaha," Maria menuturkan pengalamannya semasa kelas enam SD.
Eet Sjahranie pun mengucap kata pamungkas tentang konser ini. Ketika ditanya oleh pembawa tentang akan seperti apa konser ini, Eet hanya berkomentar singkat, "It's gonna be heavy."