CNN Indonesia berkesempatan menjumpai tiga anggota yang masih aktif melawak, baik on-air maupun off-air, yaitu Eko DJ, Gogon dan Polo. Ketiganya berbagi cerita tentang status Srimulat kini dan pandangan soal ranah komedi dewasa ini.
"Idealnya tontonan itu juga tuntunan. Sementara harus kita akui, ini bicara jujur ya, lepas dari sisi komersial, sisi industri, komedi belakangan ini kan hampir kehilangan arah. Tetap komedi tapi enggak ada tuntunannya. Enggak ada cerita yang disampaikan, belum lagi pelanggaran-pelanggaran," ujar Christian Barata Nugroho alias Polo kepada CNN Indonesia usai syuting Saatnya Srimulat di Studio Trans TV, Tendean, pada Minggu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polo yang pernah terjerat kasus narkoba ini pun merasa dizalimi ketika sahabatnya di Srimulat, Tessy Kabul, dilarang tampil di layar televisi oleh KPI. Menurutnya, gaya banci yang ditampilkan Tessy adalah akting.
Lihat juga:Berpulangnya Sang Komedian Berambut Pirang |
Sementara itu, pelawak berkumis Chaplin, Margono yang akrab disapa Gogon, menyampaikan bahwa Srimulat kuat karena cerita. Menurutnya, jika melucu harus merusak properti maka komedinya sudah dipaksakan, walau dirinya tak menutup kemungkinan Saatnya Srimulat akan menampilkan lawakan seperti itu.
"Jadi Srimulat bukan anti, tapi pantangan bagi Srimulat buat rusak properti. Makanya kalau melucu atau bercerita di drama pakai ngerusak itu menurut Srimulat ya maksain. Kita juga enggak menutup kemungkinan bisa begitu juga, untuk Srimulat yang sekarang, karena kami menyesuaikan jaman. Walaupun Srimulat enggak cocok tapi jamannya begitu ya kita lakukan saja," kata Gogon.
Menurut Gogon, jika penonton tak tertawa bukanlah masalah, yang penting adalah cerita berjalan mulus. Gogon menyatakan, Srimulat bukan yang paling lucu, melainkan pelawak yang enak ditonton.
"Lucu itu relatif, Srimulat itu orangnya enggak lucu semua. Srimulat itu ngelucunya dari cerita, bukan ngelawak gedebag-gedebug gitu, enggak. Justru kalau ngelawaknya begitu enggak jadi. Kalau untuk lucu itu harus pintar," imbuh Eko.
(vga/vga)