Vokalis Arman Maulana mengklarifikasi bahwa album baru ini minus partisipasi Budjana karena jadwal penggarapannya bentrok dengan jadwal pengerjaan album solo sang gitaris di Amerika Serikat.
"Jadi emang saat deadline album ini Budjana emang lagi di Amerika, lagi kerjain album solonya dia. Kami saling menghormati, kayak Thomas punya band sama DJ Riri, Hendy juga punya project di luar Gigi. Yang namanya musisi luar kan jadwal dua tahun ke depan udah ada. Nah, Budjana udah janji dengan musisi itu tepat tanggal kita rekaman," jelas Arman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadirkan 10 lagu lawas Gigi dan karya musisi lain yang diaransemen ulang, Arman menyatakan ingin kembali ke konsep awal Gigi menelurkan album religi. Menurutnya, akan terdengar asyik bila lagu-lagu Bimbo dibawakan dengan aransemen berbeda.
"Kami alhamdulillah termasuk cepet rekaman. Jadi sekarang kan juga ada kebiasaan home recording itu mempercepat juga. Take drum di studio gede, take bass kita kerjakan di rumah. Mungkin kurang dari seminggu kalau pengerjaan," tutur Hendy.
"Gue, Hendy dan Arman bikin bagan karena memang lagunya tidak terlalu sulit. Semua udah ada patokannya, udah ada bagan, pattern dan semuanya, jadi tinggal poles aja. Karena memang enggak sama Budjana, pasti beda kan," ucap Hendy.
"Mohon Ampun" dirilis berbarengan dengan kompilasi "Cahaya Bintang Ramadhan," hal ini membuat album Gigi tersebut tak dapat ditemui di setiap gerai ayam cepat saji tersebut. Menyebut alasan teknis sebagai sebabnya, Harun Nurasyid sebagai Managing Director PT. Music Factory memaparkan di daerah mana "Mohon Ampun" dapat dibeli.
"Album Gigi ini memang hanya bisa didapatkan di store area Aceh, Medan, Pekanbaru, Jawa Timur, Bali, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sisanya diluar itu akan diisi dengan kompilasi. Kami sih inginnya bisa hadir dua-duanya tapi mungkin karena bulan Ramadhan waktunya sangat singkat itu yang tidak memungkinkan secara teknis," jelas Harun.