Makanan-makanan yang disebutnya harus tersedia, apa pun yang terjadi. "Kalau sahur, harus ada pisang, itu wajib buat aku," kata Dian ketika ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.
Ia bahkan menganggap pisang jauh lebih penting ketimbang nasi saat sahur. Pisang akan dikonsumsi Dian sebagai menu sahur bersama madu dan habbatussauda atau jintan hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan habattussauda adalah rempah-rempah yang telah lama digunakan oleh masyarakat Timur Tengah untuk mengobati berbagai penyakit. Rempah itu dipercaya oleh umat muslim sebagai bahan yang digunakan Nabi Muhammad untuk menjaga kesehatan fisik.
Dengan menu seperti itu, Dian mengaku siap menjalani puasa sehari penuh. Saat berbuka tiba, ia memilih makanan khas dari kampungnya, Palembang. Apa lagi jika bukan pempek.
"Buat buka, aku lebih memilih pempek, karena padat dan cukup mengenyangkan," kata Dian.
Pempek yang terbuat dari daging ikan dan tepung sagu memang memiliki tekstur yang padat, kenyal, dan bila ditambah telur maka cukup membuat perut yang kelaparan terdiam.
Setelah makan pempek, Dian melanjutkannya dengan salat tarawih. Bila masih terasa lapar, maka akan dilanjutkan dengan makan malam. "Tapi kalau masih kenyang, ya santai saja tinggal tidur," kata Dian sembari tersenyum.
(rsa/rsa)