Di era yang serba tombol ini, perjuangan para musisi untuk meraup keuntungan lewat karyanya dinilai akan sangat sulit. Apalagi dengan semakin menjamurnya layanan live-streaming dan unduh gratis di internet.
Di tengah kesulitan tersebut, banyak kalangan yang menilai industri musik harus kembali mengedepankan salah satu tradisi lamanya. Penggunaan piringan hitam atau vinyl dinilai sebagai sebuah tradisi lama yang mampu menyelamatkan industri musik dari perang digital. Vinyl dianggap mampu menarik minat para pendengar musik dengan eksklusivitasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penjualan vinyl telah meroket 100 kali lipat dalam dua tahun terakhir,” ungkap Harvey Goldsmith, promotor musik yang pernah bekerja sama dengan Led Zeppelin, Van Morrison, Madonna, dan Elton John seperti dilansir The Telegraph.
“Jika Anda ingin memproduksi versi vinyl dari karya Anda sekarang, Anda harus benar-benar mengantre selama empat atau enam bulan sebelum Anda dapat masuk pabrik dan dibuatkan oleh mereka,” tutur Goldsmith.
Semakin diminatinya vinyl di industri musik disebabkan oleh beberapa musisi besar yang kembali mengeluarkan versi ini, seperti Pink Floyd, Arctic Monkeys, Jack White, dan Royal Blood. Peminat dari vinyl pun kini bukan hanya orang-orang dari generasi zaman vinyl sedang populer.
“Setiap anak yang saya tahu ingin sekali mengenal Jimmy Hendrix, mereka ingin tahu tentang The Doors, mempelajari warisan mereka,” kata Goldsmith.
(vga/vga)