Melalui kitabisa.com dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), komika sekaligus penyanyi rap ini berhasil mengajak ribuan donatur untuk mengumpulkan dana Rp308.983.642 dalam tempo tiga hari.
Proyek penggalangan dana bertajuk Bangun Kembali #MasjidTolikara Papua tersebut ditargetkan mampu menampung Rp200.000.000 dalam satu bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika dihubungi CNN Indonesia via telepon, pada Jumat (24/7), Pandji berkata awalnya hanya melihat judul beberapa berita di Twitter. Lama-kelamaan, dia melihat komentar-komentar yang bersahutan di Twitter mulai memanas.
"Ini enggak konstruktif banget, bukannya bikin suasana adem, malah bikin tambah rusuh. Akhirnya gue nulis di blog tentang hal itu, gue memberi anjuran supaya umat muslim bersikap bijak. Kita jadi contoh bagaimana bereaksi di situasi seperti ini. Tulisan itu dibaca sama anak-anak kitabisa.com, kemudian mereka ngajakin gue untuk galang dana," papar Pandji.
Akhirnya Pandji, bersama kitabisa.com dan BSMI berusaha mengumpulkan sumbangan untuk menangani kerusakan properti akibat kerusuhan yang terjadi.
Dana, yang dikumpulkan dari donasi bervariasi nilai dari Rp20.000-hingga Rp10.000.000, tersebut akan disumbangkan pada pengurus Masjid Baitul Muttaqin, Karubaga, Tolikara.
Gue memberi anjuran supaya umat muslim bersikap bijak. Kita jadi contoh bagaimana bereaksi di situasi seperti ini.Pandji Pragiwaksono |
Sementara angka sumbangan lewat kitabisa.com dan BSMI baru mencapai Rp308.983.642. Pada akhirnya, Pandji menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia harus dapat menikmati hak yang sama.
"Perspektif gue adalah orang Indonesia berhak untuk mendapatkan kenyamanan yang sama dengan yang lain. Regardless lu orang Papua, Kristen, Muslim, Gay, Tionghoa atau apa lah, selama lu orang Indonesia lu harus mendapatkan hak yang sama."
"Itu aja yang gue cari, kalau soal Tolikara itu lebih ke 'Duh ini masa enggak ada pilihan lain yang konstruktif?' Daripada saling memaki dan menyalahkan, lahir lah penggalangan dana ini," tutup Pandji. (vga/vga)