Hal itulah yang menggerakkan perkumpulan pelaku musik di Rusia menulis surat terbuka untuk Presiden Vladimir Putin, yang berisi permintaan agar Putin tidak terlalu sering menyiarkan lagu-lagu kebangsaan di radio-radio Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekalipun tetap menampilkan lagu-lagu pop reguler, Goskontsert juga berencana menyiarkan lagu-lagu musisi pop yang sesuai ideologi Rusia.
"Kami ingin mereka hanya memutar lagu-lagu dari musisi Rusia," kata Kiselyov, seperti yang dikutip dari Kommersant.
Sejumlah pelaku musik di Rusia, seperti musisi Grigory Leps dan Anna Netrebko, tentu saja menolak rencana Kiselyov, dan menyatakan dalam surat terbuka, saat ini, stasiun radio Rusia sudah seimbang dalam menyiarkan materinya.
Surat terbuka itu menyinggung dugaan Putin memberikan tekanan kepada Russkaya Media Group agar mau dijual ke Goskontsert.
Kebebasan bersuara di Rusia sepertinya mulai mendapatkan tekanan. Salah satu personel Pussy Riot, Maria Alyokhina, menyatakan hal tersebut saat diwawancara personel Sonic Youth, Thurston Moore, untuk NME, beberapa waktu yang lalu.
Tiga tahun lalu, band punk yang beranggotakan tiga orang ini dipenjara karena melakukan protes anti-Putin.
"Pemerintah mengontrol semuanya. Kita harus melakukan apa yang kita bisa. Kami adalah wanita, apa pun bisa terjadi di tangan wanita," kata Alyokhina.
(ard/vga)