Di hadapan sepuluh wartawan, dalam pertemuan yang tidak boleh direkam dan diambil gambarnya itu Prince mengatakan, kontrak rekaman hampir menyerupai perbudakan dan musisi muda sebaiknya tidak menandatanganinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai contoh, Prince mengatakan, banyak label rekaman yang "memaksa" musisinya untuk menjual karyanya melalui layanan musik digital tertentu, meski hati kecil para musisinya berkata tidak.
Seakan mempromosikan layanan musik Tidal yang dibuat oleh Jay-Z, Prince mengatakan kini bersyukur karena telah bergabung dengan Tidal.
"Jay-Z telah mengeluarkan uang sebesar US$100 juta untuk membuat layanan musik yang mendukung hak musisi. Kita harus mendukung usahanya," ujar Prince.
Tidak hanya menyatakan kalau label rekaman kerap memperbudak musisi, Prince juga mengatakan, label rekaman terkadang sering memaksa musisi untuk berkolaborasi dengan musisi lain demi promosi.
"Mereka mengendalikan semua hal, mulai dari pendapatan hingga kebebasan berkarya seorang musisi," kata Prince.
Prince memang cukup vokal dalam menyuarakan hak-haknya sebagai musisi.
Tahun lalu, Prince melayangkan gugatan kepada 22 netizen, karena telah menyebarkan karya Prince secara ilegal, termasuk menyiarkan video konser Prince di sosial media.
Saat ini, Prince siap merilis album barunya yang berjudul HITNRUN.
HITNRUN akan dirilis di Tidal pada 7 September mendatang. (ard/vga)