Festival yang lokasinya berjarak sekitar 15 kilometer dari Jakarta Timur ini akan dimeriahkan 20 band serta musisi, juga 100 produk merek lokal, 10 food truck.
"Freedom Fest mengusung konsep music at the park. Panggungmya lebih intim, enggak perlu heboh tapi nuansanya alami banget. Hal yang simpel sebenarnya," jelas Arto Soebiantoro, CEO Gambaran Brand merangkap promotor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkeinginan memamerkan berbagai produk dan karya lokal, Arto dan Gambaran Brand tidak ingin sekadar mengedepankan aspek komersial di mana pengunjung membeli produk lalu pulang. Arto dan Gambaran Brand berniat menunjukkan apresiasi akan kebebasan lewat Freedom Fest.
"Kita harus tunjukin, bahwa kita juga punya kualitas bagus, jangan sampe benchmark-nya dari luar negeri terus. Dalam festival ini mudah-mudahan bisa bikin orang orang yang international minded untuk tahu kualitas brand lokal," jelas Arto.
Jajaran pengisi Freedom Festival terdiri dari 20 musisi, baik solois atau band. Pada hari pertama, akan tampil Odds, Macaron, Protocol Afro, RNF, 21st Night, RAN, Maliq & D'Essentials, The Overtunes, Kunto Aji dan Tulus.
Konferensi pers Freedom Fest (12/8). (CNNIndonesia/Nadi Tirta Pradesha) |
"Sebab pemilihan line up itu artis Indonesia itu enggak kalah dengan artis luar negeri. Jatuhnya berbagai segmen juga yang kami masukin. Kalo omongin demografi ABCD itu semua harusnya bisa menikmati," ucap Bimo.
Freedom Fest yang mencontoh Woodstock juga menyediakan paket menginap dengan tenda bagi penonton. Menurut Bimo, awalnya tidak direncanakan demikian, namun banyak yang menanyakan tentang penginapan karena festival ini berlangsung selama dua hari.
"Ternyata banyak respon, ada penginapan atau enggak. Ini yang kami targetin daerah Bandung, Jakarta, Bogor. Harus empat orang tendanya, satu tenda satu juta, masuk Sabtu pagi masuk dan Senin pagi check out. Sleeping bag dan sudah tiket termasuk," jelas Bimo.
(vga/vga)
Konferensi pers Freedom Fest (12/8). (CNNIndonesia/Nadi Tirta Pradesha)