Husein Alatas Nyanyikan Lagu Stinky saat Perayaan 17 Agustus
Dhio Faiz | CNN Indonesia
Senin, 17 Agu 2015 12:51 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Peringatan 17 Agustus atau 17-an sudah pasti sangat membenam di hati seluruh rakyat Indonesia. Karena pada tanggal ini, 70 tahun lalu, Indonesia berhasil meraih Kemerdekaan yang sudah diidam-idamkan dan menjadi awal perjuangan baru Nusantara.
Akan tetapi ada makna berbeda dari tanggal 17 Agustus bagi penyanyi rock Husein Alatas. Tanggal 17 Agustus jadi titik awal karier penyanyi berkepala plontos ini. Ia untuk pertama kalinya tampil di depan khalayak dengan kemampuan bernyanyinya.
“Pas 17 Agustus itu adalah pertama kali saya menyanyi di atas panggung. Waktu SD, saya nyanyi di lingkungan RT,” tutur runner up Indonesian Idol itu kepada CNN Indonesia saat diwawancarai, baru-baru ini, di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta.
Saat itu ia menyanyikan lagu Mungkinkah dari band yang sedang hits saat itu, Stinky. Ini jadi awal dirinya mencintai musik sebagai bagian dari hidupnya.
“Musik itu adalah bahasa yang bisa dimengerti semua orang. Dengan musik kita bisa menyampaikan pesan kepada orang lain,” kata pria berusia 26 tahun tersebut.
Selain jadi hari pertamanya terjun di dunia musik, 17 Agustus sangat melekat dalam ingatan Husein karena ia sering ikut perlombaan di perayaan 17-an. Ia mengaku, tak pernah absen ikut perlombaan 17-an saat masih kecil.
“Dulu, kalau 17-an, saya selalu ikut perlombaan,” ungkapnya. “Perlombaan yang paling sering saya ikuti itu makan kerupuk, karena kenyang. Hahaha,” lanjutnya sambil terbahak-bahak. (vga/vga)
Akan tetapi ada makna berbeda dari tanggal 17 Agustus bagi penyanyi rock Husein Alatas. Tanggal 17 Agustus jadi titik awal karier penyanyi berkepala plontos ini. Ia untuk pertama kalinya tampil di depan khalayak dengan kemampuan bernyanyinya.
“Pas 17 Agustus itu adalah pertama kali saya menyanyi di atas panggung. Waktu SD, saya nyanyi di lingkungan RT,” tutur runner up Indonesian Idol itu kepada CNN Indonesia saat diwawancarai, baru-baru ini, di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Musik itu adalah bahasa yang bisa dimengerti semua orang. Dengan musik kita bisa menyampaikan pesan kepada orang lain,” kata pria berusia 26 tahun tersebut.
“Dulu, kalau 17-an, saya selalu ikut perlombaan,” ungkapnya. “Perlombaan yang paling sering saya ikuti itu makan kerupuk, karena kenyang. Hahaha,” lanjutnya sambil terbahak-bahak. (vga/vga)