Bertempat di bioskop kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (18/8), film Battle of Surabaya resmi dipertontonkan kepada media dan undangan terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski saat itu Indonesia telah merdeka, namun keabsahannya masih diganggu oleh tentara Inggris yang menduduki Surabaya. Peristiwa itu dikenal sebagai Peristiwa 10 November.
Tidak hanya lega karena filmnya siap tayang sebentar lagi, Aryanto juga mengaku bangga karena pihak Disney Pictures akan menjadi mendistribusikan film ini ke dunia.
“Awalnya estimasi pengerjaan film ini hanya dua tahun, tetapi jadi mundur setahun karena MSV Pictures bekerja sama dengan Disney,” kata Aryanto dalam konferensi pers setelah pemutaran film.
Kerja sama dengan produsen film Toy Story, Monster Inc. dan Up itu tercetus ketika Disney mendatangi studio MSV Pictures di Yogyakarta. Aryanto mengatakan, Disney tertarik merangkul MSV Pictures karena ingin mengembangkan animasi di kawasan Asia Pasifik.
Disney juga mengaku sedang kekurangan film animasi yang digarap serius untuk didistribusikan.
Setelah banyak bertukar pikiran, MSV Pictures pun seakan mendapat pencerahan dan merevisi beberapa hal sehingga jadwal mundur setahun.
Sejumlah hal yang direncanakan ulang antara lain soal sumber daya manusia (SDM) dan segi penceritaan. Dikutip dari 21Cineplex.com, produksi film Battle of Surabaya menghabiskan dana hingga Rp15 miliar.
“Mengenai SDM, Disney meminta kami untuk mempekerjakan orang-orang yang berbakat yang loyal, agar produksi lebih rapi dan hal-hal rahasia tidak bocor. Jadi, dari delapan orang, MSV Pictures kini beranggotakan 180 orang,” ujar Aryanto.
“Kalau segi penceritaan, Disney memberikan saran agar ceritanya lebih universal dan dibumbui plot-plot ala film Hollywood,” lanjut Aryanto.
Soal meramu cerita, MSV Pictures tidak main-main. Sang produser, M. Suyanto, mengirim Aryanto dan beberapa kreator Battle of Surabaya mengikuti kelas penulisan skenario film blockbuster, agar setelah kembali mereka siap memproduksi film dengan kualitas dunia.
“Pasar film Indonesia memang penting, tapi masih kecil. Kami berusaha membesarkan nama Indonesia dengan membawa film ini ke dunia. Salah satu caranya dengan membuat film dengan pola dan bahasa yang dimengerti dunia,” kata Suyanto.
Agak aneh memang menyelipkan adaptasi ala Hollywood dalam film tentang sejarah Indonesia. Tapi, Aryanto berpendapat kalau hal seperti itu harus dimulai dari sekarang.
“Battle of Surabaya adalah film dengan formula Hollywood versi kami. Mungkin agak terasa asing, namun semoga masih banyak yang bisa menikmati,” ujar Aryanto.
Setelah pemutaran perdana, film Battle of Surabaya akan ditayangkan di jaringan bioskop se-Indonesia mulai 20 Agustus 2015 mendatang. Mari kita sama-sama berharap semoga antusiasme penikmat film Indonesia tidak lantas lesu karena sehari sebelumnya film animasi Inside Out produksi Disney juga akan ditayangkan.
[Gambas:Youtube]