Film produksi MSV Pictures yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AMIKOM Yogyakarta ini telah digagas sejak 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, animasi Battle of Surabaya tidaklah terlalu mengecewakan, hampir senada dengan animasi serial kartun The Legend of Korra (2012-2014). Perpaduan teknik animasi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) cukup memperkuat jalan cerita yang disuguhkan tanpa melupakan detail khas Indonesia seperti sawah, gunung, pasar dan rumah tradisional.
Battle of Surabaya berkisah mengenai Musa, seorang anak berumur 14 tahun yang bekerja sebagai penyemir sepatu dan kurir surat sekitar 1945.
Saat itu, Indonesia telah merdeka, namun keabsahannya masih diganggu oleh tentara Inggris yang menduduki Surabaya. Peristiwa itu dikenal sebagai Peristiwa 10 November.
Dengan kecerdikannya, Musa berusaha membantu pejuang-pejuang nasional untuk mengamankan Kemerdekaan Indonesia. Aksi Musa tidak terlalu mulus, karena ternyata ia juga harus berhadapan dengan drama keluarga dan pertemanan.
Demi memeriahkan cerita, plot flashback pun disisipkan. Sayang, penyisipannya kurang konsisten, sehingga penonton yang kurang fokus bisa gagal paham maksud flashback tersebut.
Selebihnya alur cerita menarik untuk dinikmati. Tawa dan haru bercampur menjadi satu ketika melihat interaksi Musa dengan ibunya, Tuan Yoshimura, Yumna, hingga Cak Soleh.
Film Battle of Surabaya tidak melulu menceritakan sejarah. Penceritaan sejarah memang sengaja tidak dititik beratkan, agar tontonan ini menjadi lebih universal, seperti yang dikatakan oleh sang produser, M. Suyanto. Salah satu yang terasa adalah penggunaan bahasa Indonesia lebih sering terdengar dibandingkan dialek Surabaya.
Mengesampingkan teknik animasi dan formula Hollywood, film Battle of Surabaya cukup menghibur semua kalangan, apalagi generasi muda yang seakan sudah banyak lupa dengan sejarah.
Kalau para kreatornya ingin menunjukkan Battle of Surabaya kepada dunia, mungkin kadar prioritasnya harus dipikir ulang terlebih dahulu, apakah mau mengunggulkan teknik animasi atau keharmonisan jalan ceritanya.
[Gambas:Youtube] (ard/ard)