Sebelum tampil di panggung semalam, Maliq & D’Essentials, para penonton disuguhi cuplikan video yang menampilkan keyaaan alam dan wisata di Indonesia dengan iringan lagu Tanah Airku.
Tema Satu Indonesia kali ini memang sangat tetap sekali mengingat Indonesia juga baru saja merayakan hari ulang tahun yang ke 70.
Maliq & D’essentials membuka konsernya dengan lagu Kangen dari album pertamanya yang rilis pada tahun 2004. Lagu pembuka ini sontak membuat penggemarnya bersorak sorai menyambutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selamat malam Indonesian Jazz Festival, are you ready? Cause I’m going to do something crazy,” kata Angga Maliq membuka percakapan.
“Selamat malam semua, selamat datang di Indonesian Jazz Festival 2015, kita senang banget acaranya keren. Jangan malu-malu, jangan ada yang jaim cause we’re going to have some fun, are you ready? Kemudian dilanjutkan dengan lagu Dia yang dinyanyikan bersama dengan penggemarnya.
Setelah lagu ‘Dia’ Maliq kemudian menyuguhkan lagu single terbaru berjudul Aurora, sebuah lagu tentang perjalanan pulang kembali bertemu dengan kekasih hati.
“Itu tadi single yang terbaru dari Maliq yang judulnya Aurora,” kata Indah memperkenalkan.
“Kita akan bawain lagu dari album Musik Pop, untuk yang lagi galau yang lagi jatuh cinta, aku akan menyanyikan Himalaya untukmu” kata Angga kepada penonton.
Nada yang mellow membawa penonton ikut bernyanyi merdu mengiri lagu yang diakhiri dengan tepukan meriah dari penonton.
“Kenapa kalau lagu tentang cinta tepuk tangannya lebih beda ya, lagu berikut ini enggak kalah galau,” kata Angga sambil berseru kepada penonton untuk melambaikan tangan ke kanan dan ke kiri sesuai irama.
“Apakah semua siap untuk bergoyang? Cuma dangdut yang bikin orang Indonesia doyan, you are truly Indonesia, merdeka!” teriak Angga kepada penonton
Maliq menutup konsernya dengan lagu Pilihanku dan Setapak Sriwedari dengan koreagrafi yang kompak dan lincah, semakin membuat penggemarnya merasa puas.
“Aku puas mereka total membawakan lagu dan interaktif, enerjik banget jadi penontonnya juga ikut terbawa suasana,” kata Cyntia salah satu pengggemar Maliq dari Jakarta.
(utw/utw)