Berbentuk babi, balon tiup itu diberi nama Algie. Diberitakan Reuters, hingga Rabu (26/8), Algie tersimpan di gudang. Setelah ditemukan, Algie lalu dibawa pulang oleh manajemen Pink Floyd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari pertama, Algie tidak lepas. Hari ke-dua, tiba-tiba angin bertiup kencang dan membuat ikatan Algi terlepas. Sayang, sang penembak jitu berhalangan hadir karena tidak ada yang menghubunginya.
Algie yang telah terbang ke langit pun mendarat di sebuah ladang di Kent pada malam hari. Sekelompok orang yang menemukannya lalu memulangkannya kepada Pink Floyd.
Pemotretan pun diulang kembali, namun sang fotografer merasa warna langit terlalu membosankan. Akhirnya, foto-foto Algie di hari pertama dan ke-dua digabung untuk sampul album Pink Floyd.
Sejak saat itu, Algie tersimpan rapi di ruang pameran milik kelompok Air Artist di Suffolk.
Tahun 1987, replika Algie pun dibuat, setelah Algie yang asli robek karena dimakan usia.
Replika Algie akan dilelang di Balai Lelang Durrants, pada 15 September mendatang, bersama barang-barang dari The Rolling Stones dan AC/DC.
"Saya hampir membuat kesalahan dengan melelang Algie yang asli. Saya akan mengembalikannya ke Pink Floyd," kata Robin Harries, perwakilan Air Artist.
Harries berharap, dikembalikannya Algie yang asli bisa memicu para personel Pink Floyd untuk membuat pameran.
"Algie hampir robek dua bagian. Semoga mereka bisa memperbaikinya dan memamerkannya," ujar Harries.
[Gambas:Youtube]