Band Punk Anti-Nazi 'Diuntungkan' Krisis Pengungsi Suriah

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Kamis, 10/09/2015 17:43 WIB
Band Punk Anti-Nazi 'Diuntungkan' Krisis Pengungsi Suriah Jerman memang sedang dihantui oleh masalah pengungsi Suriah yang memunculkan pro dan kontra di antara penduduknya. (Reuters, AFP dan Getty Image)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah band punk anti-Nazi lawas asal Jerman seakan diuntungkan oleh masalah krisis pengungsi Suriah. Dilansir dari The Guardian pada Kamis (10/9), lagu yang diciptakan band tersebut menduduki tangga lagu teratas di negaranya.

Sebuah kampanye di media sosial menjadi penyebabnya. Ketika itu, sang penggerak kampanye meminta para netizen untuk mengunduh lagu milik band Die Ärzte yang berjudul Schrei Nach Liebe (Cry For Love) demi melawan kelompok sayap kanan yang menentang kehadiran pengungsi di Jerman.

Lagu tersebut merupakan single Die Ärzte yang awalnya ditulis untuk melawan kelompok neo-Nazi pada 1993.


Data dari badan pengamat media sosial, Media Control, menyatakan kalau semenjak dikampanyekan, lagu Cry For Love memecahkan rekor sebagai lagu yang paling banyak diunduh selama seminggu pada tahun ini.

"Saya sangat terkejut. Saya tidak pernah menyangka antusiasme netizen hingga sejauh ini," kata Gerhard Torges, sang penggerak kampanye.

"Saya melakukan kampanye di media sosial karena tidak tahu harus mulai dari mana untuk membantu menangani masalah ini. Ternyata hal melalui media sosial semua jauh lebih mudah," lanjut Torges.

Band Die Ärzte tentu saja merasa sama terkejutnya dengan Torges. Mereka menyatakan kalau seluruh keuntungan dari penjualan lagu akan disumbangkan kepada kelompok kemanusiaan di Jerman, Pro-Asyl.

"Kampanye ini akan jauh lebih semarak dengan banyak lagu anti-Nazi dari band lain. Tapi karena kami mendapat kehormatan, tentu saja kami merasa bangga," kata band Die Ärzte melalui keterangan resmi.

"Bagi semua pendukung Nazi, kami harap kalian mendengarkan lagu jelek ini," lanjut keterangan tersebut.

Jerman memang sedang dihantui oleh masalah pengungsi Suriah yang memunculkan pro dan kontra di antara penduduknya.

Tahun ini dilaporkan terdapat 250 penyerangan terhadap pengungsi yang tiba di Jerman, setelah Jerman berjanji akan menerima 500 ribu pengungsi setiap tahunnya.

(ard/ard)