Sebuah kampanye di media sosial menjadi penyebabnya. Ketika itu, sang penggerak kampanye meminta para netizen untuk mengunduh lagu milik band Die Ärzte yang berjudul Schrei Nach Liebe (Cry For Love) demi melawan kelompok sayap kanan yang menentang kehadiran pengungsi di Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat terkejut. Saya tidak pernah menyangka antusiasme netizen hingga sejauh ini," kata Gerhard Torges, sang penggerak kampanye.
Band Die Ärzte tentu saja merasa sama terkejutnya dengan Torges. Mereka menyatakan kalau seluruh keuntungan dari penjualan lagu akan disumbangkan kepada kelompok kemanusiaan di Jerman, Pro-Asyl.
"Kampanye ini akan jauh lebih semarak dengan banyak lagu anti-Nazi dari band lain. Tapi karena kami mendapat kehormatan, tentu saja kami merasa bangga," kata band Die Ärzte melalui keterangan resmi.
"Bagi semua pendukung Nazi, kami harap kalian mendengarkan lagu jelek ini," lanjut keterangan tersebut.
Jerman memang sedang dihantui oleh masalah pengungsi Suriah yang memunculkan pro dan kontra di antara penduduknya.
Tahun ini dilaporkan terdapat 250 penyerangan terhadap pengungsi yang tiba di Jerman, setelah Jerman berjanji akan menerima 500 ribu pengungsi setiap tahunnya.
(ard/ard)