Peraih dua American Music Awards ini singgah di Jakarta, kota pertama di Asia, dalam rangkaian turnya yang bertajuk Bon Jovi Live Tour 2015. Band yang ditonggaki oleh Jon Bon Jovi ini terakhir datang ke Indonesia, pada 1995.
Agus Sutisna, pria 50 tahun dari Jakarta Pusat, mengaku sudah menjadi penggemar berat Bon Jovi sejak masih SMA pada 1980-an. "Karena musiknya enak. Kalau Bon Jovi, dia nge-rock, tapi tidak begitu keras kayak Metalica yang rock-nya berat," kata Agus yang datang berdua dengan istrinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak pukul 12 siang, ia dan istrinya sudah berada di GBK untuk ikut antrean yang menurut pantauan CNN Indonesia terbilang cukup panjang. Pintu masuk ke area jogging GBK mulai dibuka pukul empat sore, terlambat satu jam dari jadwal seharusnya.
"Suka karena lagu-lagunya enak. Seperti Always dan Runaway," ucap Ajeng.
Hingga kini, GBK ramai dengan penonton konser yang memakak kaos hitam dengan simbol atau tulisan konser Bon Jovi. Beberapa gerai makanan dan minuman juga disiapkan dengan jumlah terbatas untuk para penonton yang jumlahnya dikabarkan mencapai 40.000 orang.
Walau umur band yang digagas sejak 1983 itu telah menua, Bon Jovi terbukti masih diminati di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, empat penampilan Bon Jovi juga didapuk sebagai konser nomor satu dunia.
Sepanjang kariernya, grup band ini memiliki lebih dari 34 juta penggemar di seluruh dunia dan telah menjual lebih dari 100 juta kopi album musik dalam skala global.
Fans Bon Jovi sudah mengantre di depan gerbang GBK sedari siang (11/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Fans Bon Jovi sudah mengantre di depan gerbang GBK sedari siang (11/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)