Pengacara Harland Braund mengatakan, ia meminta polisi datang ke kantornya, pada Senin (14/9), untuk mengambil karya Warhol yang berjudul Siberian Tiger dan Bighorn Ram.
Dua lukisan itu, menurutnya, ada di antara tiga lukisan yang dibeli oleh kliennya, Bryan Calvero, beberapa tahun lalu dari seorang pria yang terlibat dalam pembangunan komersial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan karya Warhol itu diestimasi bernilai US$350 ribu (setara Rp5 miliar). Menurut dokumen polisi, lukisan yang dicuri adalah bagian dari serial Warhol pada 1983 yang berjudul Endangered Species dan enam lainnya dari Ten Portraits of Jews of the Twentieth Century pada 1980.
Dalam pernyataan tertulis, polisi mengatakan pencurian itu dilakukan dengan mulus, dan baru diketahui beberapa tahun kemudian setelah satu lukisan diambil untuk dibingkai ulang. Staf mendapati lukisan tersebut tak dilengkapi nomor bukti keaslian dan tanda tangan.
Lukisan Siberian Tiger karya Andy Warhol yang sempat tak ketahuan rimbanya selama bertahun-tahun. (CNNIndonesia Free Watermark/Dok. Istimewa) |
Lukisan Bald Eagle terjual di rumah lelang Bonhams, pada Oktober 2011.
Braun mengonfirmasi bahwa Calvero menjual Bald Eagle lewat Bonhams dan mengatakan bahwa kliennya tak punya pengalaman banyak soal koleksi barang seni, dan hanya bergantung pada penilaian rumah lelang untuk memastikan bahwa lukisan yang ia lelang bukan hasil pencurian.
Juru bicara Bonhams Kristin Guiter mengatakan bahwa rumah lelang itu memiliki katalog yang berisi karya seni yang hilang dan dicuri.
Menurut Guiter, Bonham menanyakan soal asal muasal lukisan itu secara spesifik, dan memastikan informasi yang diperoleh adalah benar.
Bighorn Ram, lukisan bergaya pop art khas Andy Warhol. (CNNIndonesia Free Watermark/Dok. Istimewa) |
(stu/vga)
Lukisan Siberian Tiger karya Andy Warhol yang sempat tak ketahuan rimbanya selama bertahun-tahun. (CNNIndonesia Free Watermark/Dok. Istimewa)
Bighorn Ram, lukisan bergaya pop art khas Andy Warhol. (CNNIndonesia Free Watermark/Dok. Istimewa)