Dalam debat pertamanya bulan lalu, saat ditanya pendapatnya tentang perempuan oleh pembaca berita sekaligus moderator acara, Megyn Kelly, Trump menjawab kontroversial, "Mereka punya darah yang keluar di mana-mana."
"Sangat menyakitkan bagi saya, seseorang yang akan menjadi Presiden AS--bukan sekadar gubernur untuk wilayah kecil atau pria kaya biasa, tapi presiden--bisa berkata seperti dia dan masih ada dalam kompetisi itu," kata Levy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berpikir dia bisa berbicara seperti itu tentang fungsi dasar sistem reproduksi perempuan--bukan sekadar menghindari pertanyaan politik tetapi menghina kecerdasan Kelly dan semua perempuan--sangat membangkitkan amarah dan harus dibalas."
Menurut penuturan Levy, lukisan wajah sang kandidat yang menampilkan goresan merah dengan gigi putih, menggunakan darah menstruasinya sendiri, sebuah kuas, dan satu tampon. Levy mendapat banyak pujian dan respons positif dari orang-orang yang tersakiti oleh Trump. Sebaliknya, ia juga mendapat reaksi jijik.
Tim kampanye Trump sendiri belum memberikan respons atas komentar dan lukisan Levy yang diberi judul Wherever, sesuai pernyataan Trump sendiri tentang darah menstruasi perempuan.
Perdebatan kandidat capres bulan lalu memang kontroversial. Trump protes atas pertanyaan yang diajukan Kelly. "Anda bisa lihat ada darah keluar dari matanya, dari mana-mana," katanya. Banyak yang kemudian menginterpretasikan itu sebagai menstruasi.
Trump membantah itu. Katanya, ia bermaksud mengatakan ada darah keluar dari hidung Kelly. (rsa/vga)