Menembus penerbit semacam itu sebenarnya tidak terlalu susah. Sebab menurut Jessica Kholinne, colorist asal Indonesia yang pernah beberapa kali direkrut lepas oleh Marvel dan DC Comics, penerbit besar biasa memburu talenta baru ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.
"Biar fresh talent, jadi gambarnya tidak monoton itu saja, enggak stuck di era itu saja," kata Jessica pada CNN Indonesia saat ditemui khusus di kantornya, studio Stellar Labs, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun cara yang dipilih Jessica agak berbeda. Ia pakai cara ke-dua, yakni membuktikan langsung kepada para pemburu talenta lewat bakatnya saat terlibat dalam proyek dengan penerbit lain. Ia kebetulan mengawali dari salah satu penerbit komik independen, Image.
"Saya kerjakan title dan portofolionya bagus, jadi dapat title dari DC boleh join di Power Girl," katanya. Dari situ, ia jadi dikenal Marvel dan ditawari mengerjakan proyek lain.
Menurut Jessica, portofolio adalah hal penting untuk menembus penerbit besar. Portofolio bukan hanya lewat komik yang sudah jadi. Jessica sendiri lebih memilih memamerkannya di situs online. "Kebanyakan pencari talenta mencari langsung ke situs atau dapat rekomendasi dari siapa," ujarnya menjelaskan.
Dari situ Jessica menyimpulkan, jika ingin mengincar penerbit raksasa apalagi di luar negeri, kehadiran online sangat penting. "Musti ada portofolio online. Paling gampang di media sosial, atau buat situs sendiri." (rsa/vga)