'Game of Thrones' Versi Layar Lebar Sebatas Angan?

Vega Probo, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2015 07:08 WIB
Rencana penggarapan serial beken yang ditayangkan HBO ini ke layar lebar masih sebatas wacana. Namun kesempatan untuk itu selalu terbuka lebar. George R. R. Martin menggenggam piala Emmy untuk kisah kreasinya, Game of Thrones (20/9). (CNNIndonesia Reuters Photo/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemenangan Game of Thrones (GoT) di ajang Emmy Awards, baru-baru ini, memunculkan harapan di hati penggemarnya, kelak serial televisi yang ditayangkan HBO ini dibuat versi layar lebar.

Harapannya tentu saja alur cerita bakal lebih seru dan secara visual pun lebih megah. Namun agaknya sang pemilik cerita, George R.R. Martin, belum tertarik dengan ide memboyong GoT ke bioskop.

“Memang sempat ada obrolan soal itu,” kata asisten Martin kepada The Huffington Post. “Saya pun tertarik melihat versi layar lebarnya, tapi di antara kami belum ada kesepakatan apa pun.”


Pamor GoT memang melesat sejak meraih penghargaan terbanyak—12 piala—di ajang Emmy Awards 2015. Untuk ukuran serial televisi, penggarapan GoT terbilang megah dan sangat serius.

Bila selama ini beredar rumor GoT bakal dibuat versi layar lebar, menurut asisten Martin yang tak disebutkan namanya, “itu bukan pernyataan langsung dan resmi dari Martin.”

Perwakilan HBO pun menyampaikan pernyataan serupa kepada The Huffington Post via surel bahwa kabar yang dilansir sebuah media Inggris “sama sekali tidak benar.”

Tak hanya sang asisten, Martin sendiri pun menyanggah rumor yang selama ini beredar. Meski begitu, ia mengisyaratkan selalu terbuka kesempatan untuk penggarapan GoT versi layar lebar.

“Untuk saat ini, belum ada seorang pun yang menggarap GoT versi layar lebar. Kalaupun kelak dijadikan film, kisahnya bukan lagi soal Robert's Rebellion.”

Robert's Rebellion adalah perang sipil akbar pamungkas antara The Great Houses of Westeros dalam kisah GoT yang juga dikenal dengan sebutan the War of the Usurper.

Kisah GoT diadaptasi dari buku novel karya Martin, A Song of Ice and Fire (1996). Lima tahun kemudian, diangkat ke layar kaca oleh sutradara David Nutter dan ditayangkan saluran televisi HBO.

Buku novel baru Martin, The Winds of Winter, yang siap dirilis sebentar lagi, disebut-sebut bakal mengubah alur kisah GoT versi layar kaca yang kini memasuki musim ke-enam.

Para petinggi HBO suatu kali pernah menyatakan, sebagaimana dikutip The Huffington Post, bahwa setidaknya serial GoT bakal diputar hingga musim ke-tujuh, dan bisa jadi ke-delapan.

(vga/vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK