Pria berusia 66 tahun ini memastikan, tidak ada musisi legendaris yang bisa lahir dari industri musik era kini.
Sekalipun menggemari karya Taylor Swift dan Katy Perry, toh Simmons tetap pesimis. Menurutnya, atmosfir berkarya di dunia musik saat ini berbeda dengan yang dirasakannya dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak dulu, kita telah memiliki Elvis Presley, The Beatles, The Stones, Jimi Hendrix hingga Metallica. Apa yang kita punya sekarang? Tidak ada yang terasa berharga karena kegiatan digital itu," lanjut Simmons.
"Dulu The Beatles harus manggung dari kelab ke kelab hingga mencapai 10 ribu jam terbang. Saat ini, semuanya terasa instan. Seorang musisi bisa memperbanyak jam terbang dengan bernyanyi di kamar mandi hingga acara televisi," ujar Simmons.
Sebelum melontarkan tudingan terhadap konsep digitalisasi yang menurutnya membunuh industri musik, Simmons juga pernah mengatakan betapa penggemar bisa membunuh karier seorang musisi.
"Banyak penggemar yang enggan mendukung musisi baru," Simmons mengeluhkan. "Ini tentu saja berbahaya karena akan membunuh karier para musisi baru. Padahal mungkin saja mereka memiliki bakat yang terpendam."
(ard/vga)