Surya Paloh, Sang Beatles-mania Berjanggut Tebal

Hafizd Mukti Ahmad & Hafizd Mukti Ahmad, CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2015 09:15 WIB
Surya Paloh, Sang Beatles-mania Berjanggut Tebal Surya Paloh (Detikcom Fotografer/Lamhot Aritonang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berewok telah menjadi identitas Surya Paloh. Sekilas terkesan garang. Namun kesan itu mencair kala CNN Indonesia menemui  politikus dan pebisnis stasiun televisi swasta ini di kantornya di Jakarta, belum lama berselang. Dalam suasana santai, ia mengungkapkan keseharian, juga gayanya.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat yang selalu memberikan dukungan tanpa syarat kepada pemerintahan Joko Widodo ini, menyukai laut dan sering beromantisme jika berada dekat bibir pantai atau saat mengarunginya, dan tentu semakin lengkap jika ditemani musik dari The Beatles.

Berikut petikan wawancara bersama Surya Paloh:


Selain bergelut di NasDem dan dunia politik, keseharian Anda seperti apa?

TIdak banyak, saya kehidupannya sudah tidak seperti masa lalu. Menerima tamu, berdialog, mendapatkan masukan membuat perencanaan dan memcoba mengkontribusikannya dalam implementasi

Masih ada hobi yang coba ditekuni?

Tidak banyak juga. Saya suka dengan tanaman, saya suka dengan laut, itu pasti, dari masa muda, saya suka laut.

Ada cerita khusus dengan laut?

Laut itu memberikan romantisme kehidupan dengan apa yang saya jalankan, saya bisa bersentuhan langsung alam. Saya merasa keagungan Sang Maha Pencipta selalu saya rasakan saat di laut.

Ada waktu cukup dengan keluarga?

Ya, ada tapi memang tidak maksimal.

Ada keinginan masa muda yang masih ingin dicapai?

Sudah tidak ada, saya menjalankan ini dengan penuh rasa syukur, karena masa muda saya tidak terlalu banyak yang saya tuntut. Saya rasa, rata-rata Tuhan telah berikan semua, bagaimana saya tidak mensyukuri ini.

Pendidikan seperti apa yang diterapkan kepada keluarga?

Kejujuran, humble, rendah hati kepada siapa saja. Itu modal, karena hidup ada batasannya, kita akan berhenti. Orang sehat bisa sakit, dan yang tidak sakit pun bisa dipanggil, selesai. Pada tahap kita memahami seperti ini, perkuatlah arti makna hidup yang memperkokoh nilai hakikat dan hakiki arti keberadaan kita sebagai individu. Apa artinya? Ketika kita lebih berarti untuk kepentingan lebih luas, tidak berhenti pada kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Saat di rumah kalau sedang santai apa yang sering dilakukan?

Nonton TV, kadang-kadang dengar lagu, baca sedikit-sedikit.

Katanya pengemar berat The Beatles? Dan menurun ke putra, Ade Firza Paloh?

Oh iya, saya katakan saya suka itu. Saya serahkan pada dia, saya percaya dia, jika Ade punya bakat dan punya talenta untuk itu dia akan berjalan dengan sendirinya.

Kebiasaan buruk yang sering kali buat kesal keluarga?

Saya ini orang yang easy going. Bagaimana pun menempatkan disiplin pada hal-hal tertentu tapi tidak disiplin pada hal-hal tertentu juga. Seperti? Saya mau tidur kapan saja, saya mau bangun kapan saja. Mau makan di mana saja, mau berpakaian apa saja. Tidak ada urusan saya harus melakukan keteraturan untuk itu. Tapi pada hal berjanji, pada siapa, ada hal yang merisaukan hati saya, meski orang itu status sosialnya lebih rendah atau usianya jauh di bawah saya, itu saya malu jika saya terlambat. Kenapa saya terlambat, itu tidak boleh.

Ini jujur saya katakan, itu yang saya tahu pada diri saya. Saya masih menjaga tingkat sensitivitas yang saya pikir anugerah. Ada perasaan iba melihat siapa pun yang dalam keadaan susah. Tidak pernah saya merasa gembira melihat siapa pun yang terkena musibah di sekitar hidup saya ini.

Apa yang membuat kumis dan janggut dipertahankan sebagai identitas Surya Paloh?

Sejak mudanya begini. Ke-dua, saya pikir kalau berubah sudah rusak lah saya ini dan enggak yakin lah saya. Ya, memang beginilah saya. Setelah setiap pagi saya lihat di kaca, kalau saya ubah ini bagaimana? Belum berani saya ini mengubah, ini memang dari muda sudah begini saja.

Ada perawatan khusus untuk kumis dan janggut?

Enggak ada perawatan khusus, sudah saya sikat-sikat saja.

Ada saran bagi anak-anak muda yang memiliki janggut dan kumis seperti Anda?

Nikmati saja, patut-patut diri saja di depan kaca. Kalau tidak cocok atur-atur saja style sendiri, iya enggak? Itu saran buat anak muda. Tapi kan anak muda punya banyak kesempatan untuk tidak harus konvensional menetap dengan style yang sama, tapi untuk saya ini gaya saya. Anak muda itu bisa berubah, rambut panjang, pendek bisa plontos, bisa pakai kumis dan ini itu. Itulah suasana anak muda, anak muda yang kita kenal lebih spontan, lebih berani dan lebih jujur. Lebih emosional dan itu namanya hukum alam.

Jadi, nikmati masa muda ini, karena muda itu hanya satu kali. Mana ada muda itu dua kali atau tiga kali. (vga)