Seperti yang dilansir dari NME, pada Rabu (21/10), Gordon mengatakan hal tersebut saat ia diwawancara dalam program Bret Easton Ellis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya mengenai feminisme, Kim juga mengkritik pernyataan Del Rey dalam wawancara dengan Guardian, pada 2014, yang seakan menganggap kematian seorang figur publik adalah sesuatu yang keren.
"Saya mungkin terlalu protektif dengan Frances Cobain yang tersinggung dengan pernyataannya. Tapi saya tidak bisa tinggal diam ketika ada orang yang berkata ingin mati bunuh diri seperti rock star," kata Gordon.
"Tapi mungkin saya salah, karena bisa jadi itu hanya kedok dari orang yang mengatakan hal tersebut. Seharusnya saya hanya menertawainya, bukan menyindirnya," lanjut Gordon.
Gordon pun buru-buru mengatakan dirinya tidak membenci Del Rey. Ia hanya tidak begitu tertarik dengan karya-karya sang biduan cantik.
"Saya melihat video musiknya. Saat itu, ia terlihat berkumpul dengan anggota geng motor yang berusia jauh lebih tua darinya. Tapi musiknya sangat konvensional," ujar Gordon.
Lalu, ia menambahkan, "Mungkin karena terlalu konvensional, ia bisa dengan mudah terkenal."
Del Rey memang gemar memadukan unsur kematian dalam setiap karyanya. Lagu-lagunya terdengar sendu dan penuh lirik perpisahan, seperti Dark Paradise dan Summertime Sadness. Padahal banyak musisi wanita seangkatannya yang malah habis-habisan tampil ceria demi menggaet pasar anak muda.
Apakah kegalauan yang selalu diumbar Del Rey hanya kedok? Atau memang karyanya benar-benar memiliki kedalaman makna? Mungkin hanya penggemar sejatinya yang tahu.
[Gambas:Youtube] (ard/vga)