Diduga atas alasan itu, beberapa toko musik di Indonesia mulai tutup. Setelah Agustus dua tahun lalu Aquarius Mahakam tutup, belakangan gencar diberitakan penutupan 40 gerai Disc Tarra di Jakarta. Padahal ia salah satu "dedengkot" toko musik besar.
Saat berita itu mencuat, Rabu (4/11) Miranty Paramitha, A&R International Disc Tarra pada Rolling Stone menyampaikan pengumuman soal penutupan belum disampaikan secara resmi. Namun ia membenarkan ada rencana penutupan 40 gerai dan hanya menyisakan delapan toko musik di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski gerai ditutup, lanjut Miranty, Disc Tarra masih akan beroperasi secara online. Dicoba dikonfirmasi oleh CNN Indonesia, Miranty menyerahkan perkara itu ke juru bicara Disc Tarra. Namun dua nama yang disebutnya belum menyampaikan penjelasan.
CD dan DVD film termasuk yang didiskon 50 persen. Di luar itu, ada pula beberapa CD musik independen. Musik-musik lokal bahkan didiskon sampai 70 persen.
Menurut penuturan pegawai Disc Tarra setempat, gerai itu sebenarnya masih "stabil." Ia tak menjawab saat ditanya CNN Indonesia apakah diskon yang ada berhubungan dengan rencana penutupan Disc Tarra.
"Jumlah pengunjung pun masih standar, kami belum tahu apakah Disc Tarra akan tutup," ucap salah satu pegawai yang tak mau disebut namanya, kepada CNN Indonesia.
Kabar mengejutkan soal penutupan Disc Tarra, sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang menyayangkan. Sebagian sedih karena toko musik itu banyak menyimpan kenangan. Beberapa selebriti pun ikut berkomentar.
Salah satunya Pandji Pragiwaksono. "Disc Tarra tutup. Duta Suara tutup. Orang-orang masih enggan jualan digital," tulis Pandji dalam akun Twitter-nya, Rabu (4/11). (rsa/utw)