Memainkan karakter yang benar-benar berbeda, bukan hanya dari karakter terdahulunya tetapi juga kehidupan sehari-harinya, Redmayne merasakan perubahan yang aneh. Terutama, saat kamera mulai diputar dan dirinya mulai berakting.
"Pertama kali berjalan di dalam set sebagai Lili, saya merasa risih. Saya merasakan tatapan orang lain dan gugup," ucapnya mengungkapkan, seperti dikutip dari Reuters. Menurut sang aktor, itu menarik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuatu dalam diri Wegener pun bangkit. Ia ingin seterusnya menjadi perempuan. Sang artis pun memutuskan melakukan beberapa operasi perubahan gender sekitar 1930. Namanya pun diubah menjadi Lili Elbe.
Lili meninggal sebagai perempuan pada 1931, dan meninggalkan buku harian tentang kehidupannya. Dari catatan itu, sosok Lili abadi karena sebuah buku tentang dirinya kemudian terlahir, meski fiksi. Judulnya diangkat sebagai film, The Danish Girl.
Setelah memerankan transeksual, Redmayne mengaku lebih perhatian dan terbuka akan kehadiran mereka. Ia, yang juga mendalami seluk-beluk transgender, terkejut saat mengetahui hak-hak kaum itu tidak banyak berubah bahkan setelah seabad belakangan.
"Beberapa hal seperti yang Lili alami, kekerasan, diskriminasi, hampir 100 tahun sejak itu terjadi, tidak benar-benar berubah," tutur Redmayne. Banyak hal yang harus dilakukan untuk melawan diskriminasi dan kekerasan terhadap transgender itu.
"Dan sungguh mengejutkan bahwa tidak ada banyak kemajuan selama ini," lanjutnya. The Danish Girl dirilis di Amerika Serikat pada 27 November dan di Inggris 1 Januari 2016.
[Gambas:Youtube] (rsa/vga)