Kendrick Lamar Dukung Kanye West Jadi Presiden AS

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Senin, 30/11/2015 20:19 WIB
Kendrick Lamar Dukung Kanye West Jadi Presiden AS Kendrick Lamar (CNNIndonesia Reuters Photo/Kevork Djansezian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Makin bertambah banyak selebriti yang mendukung Kanye West melenggang ke Gedung Putih, dari Ice Cube, Khloe Kardashian, Taylor Swift, Rihanna, dan sekarang Kendrick Lamar.

Saat tampil di acara MTV Video Music Awards, pada Agustus 2015, Kanye berpidato panjang lebar, seraya mengisyaratkan niatnya mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020.

Kendrick, penyanyi rap yang menjadi rekan duet Taylor di lagu Bad Blood, pun menyuarakan dukungannya kepada Kanye West lewat lagu Black Friday yang didominasi dentuman bass dan drum.


"I’m yelling Mr. Kanye West for president. He probably let me get some head inside the residence. I’m in the White House going all out," Kendrick memberondong kata-kata tanpa melodi.

Dalam lagunya, penyanyi rap asal Amerika Serikat yang sedang naik daun ini juga menyebut nama kandidat Pilpres AS 2016, Donald Trump, sekaligus memuji rap sebagai musik yang paling berpengaruh.

Black Friday diunggah di situs web Soundcloud, pada Sabtu (28/11) kemarin. Lagu ini merupakan hasil remix dari lagu milik J. Cole berjudul A Tale of 2 Citiez. Namun bukan berarti Lamar dengan seenaknya menggunakan lagu itu tanpa usaha.

Sebagaimana dilansir NME, lagu itu dipadukan dengan lagu milik Kendrick berjudul Alright, lalu diberi sentuhan baru di sana sini, termasuk lirik rap yang jelas-jelas mendukung Kanye. 

Dikatakan NME, perilisan Black Friday terbilang istimewa. Pasalnya, Kendrick baru saja merilis album musik To Pimp a Butterfly, pada Maret 2015, yang meraih Danish Music Award kategori International Album of the Year.

Selain selebriti, Kanye juga didukung politisi, termasuk Ben Carson, kandidat Pilpres AS 2016 dari Partai Republik. Ben mengatakan, Kanye merupakan pria yang cerdas sehingga dinilai pantas mencalokan diri juga menjadi Presiden AS.

Selain itu, Chelsea Clinton, yang tidak lain adalah putri tunggal Hillary Clinton, kandidat Pilpres AS 2016, pun mengatakan hal serupa.

"Saya rasa siapa yang akan maju menjadi hal yang sangat penting," kata Chelsea, seperti yang dilansir dari MTV News, pada awal September lalu.

"Pengajuan diri Kanye mungkin akan menginspirasi anak muda yang menonton MTV Video Music Award, sehingga mereka juga bisa memiliki keinginan untuk menginspirasi orang lain," lanjut Chelsea.

Tak hanya beroleh dukungan, cita-cita Kanye menjadi Presiden AS juga menuai komentar sengit dari tokoh dunia, termasuk Presiden AS George Barack Obama dan mantan Presiden AS George W. Bush.



(vga/vga)