Rei Narita: Jazz di Indonesia Lebih Hidup

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Senin, 30/11/2015 23:02 WIB
Rei Narita: Jazz di Indonesia Lebih Hidup Ilustrasi pemain piano (CNNIndonesia Internet/Plixs/Unsplash)
Jakarta, CNN Indonesia -- Negara Jepang boleh lebih maju dibanding Indonesia. Tapi soal apresiasi musik, terutama jazz, ternyata tak lebih baik. Demikian disampaikan Rei Narita, musisi jazz asal Jepang.

Menurut Rei, perkembangan jazz di Jepang tidak semeriah di Indonesia. Tidak banyak orang yang mengerti dan menerima permainan smooth jazz yang menjadi ciri khas Rei.

Berbeda halnya saat Rei tampil di Jazz Goes to Campus (JGTC) 2015 di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, pada Minggu (29/11) kemarin.


Aksinya memainkan smooth jazz membuat para penonton terpukau. Dentingan piano hasil permainan jari lentiknya memberikan warna baru bagi JGTC.

Beroleh sambutan hangat para penonton, tentu saja Rei merasa senang. Di balik raut wajah dingin dan sikap kalemnya, ia menyimpan rasa bangga bisa manggung di Indonesia.

"Saya begitu terharu ketika memainkan beberapa lagu. Saya merasa dunia saya di sini," kata Rei dalam Bahasa Jepang yang kemudian diartikan oleh penerjemah.

Perasaan senang Rei agaknya tak berlebihan. Sebab di Negeri Matahari Terbit di mana dia berasal, permainan jazz-nya tidak mendapat apresiasi sebaik di Indonesia.

"Di Jepang masih konvensional, masih old style. Kalau berbicara tentang smooth jazz tidak nyambung," ujar Rei.

Padahal menurut Rei, smooth jazz merupakan salah satu jenis jazz yang enak didengar. Apalagi smooth jazz bisa dipakai untuk meng-cover lagu-lagu yang sudah populer. Jadi bisa terdengar lebih familiar.

Kendati kurang diminati, Rei mengaku akan berusaha mengubah perspektif masyarakat agar lebih menyukai musik jazz di negaranya.

"Smooth jazz di Jepang kurang begitu diminati," katanya. "Tapi saya terpacu membuat musik jazz diterima di Jepang."

Laki-laki yang menyukai cuaca panas Jakarta ini, juga mengaku akan terus bermain di Indonesia. Mengingat banyak orang yang bisa menerima dan menghargai karya musiknya.

Rei pun mengaku sudah siap untuk mengincar festival jazz lain di Tanah Air. "Melihat crowd-nya, saya bersemangat untuk maju ke Java Jazz."

(tri/vga)