Berpindah dari satu tangan ternama ke tangan lainnya, lukisan yang menjadi mahakarya paling dikenal dari Da Vinci itu kini menjadi milik pemerintah Perancis. Lukisan itu dipajang di Museum Louvre, Paris, sejak 1797 hingga sekarang.
Sekitar 10 tahun belakangan, terus dilakukan penelitian terkait lukisan itu. Baru-baru ini, seorang ilmuwan Perancis mengklaim telah menemukan fakta baru tentang Mona Lisa. Katanya, ada potret yang berbeda tersembunyi di balik lukisan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tak menyangka, hasil itu ternyata mengungkap banyak mitos dan melampaui bayangannya sendiri tentang lukisan Da Vinci. Ia sendiri terpana dan pandangannya tentang lukisan itu berubah selamanya.
"Ketika saya selesai merekonstruksi Lisa Gherardini, saya berada di depan fotonya dan dia benar-benar berbeda dengan Mona Lisa yang sekarang. Dia bukan perempuan yang sama," tutur Cotte lagi, menegaskan. Ia sendiri meneliti Mona Lisa sejak 2004.
Pihak Museum Louvre menolak berkomentar tentang fakta itu. Tapi seorang ahli sejarah, Andrew Graham-Dixon yang punya tayangan The Secret of the Mona Lisa mengatakan, temuan itu bisa mengarah ke perubahan nama lukisan. "Saya yakin ini adalah salah satu cerita hebat abad ini," ia berkomentar.
"Mungkin akan ada keengganan dari pihak berwenang di Louvre untuk mengubah judul lukisan itu karena itu yang sedang kami bicarakan. Selamat tinggal Mona Lisa, dia ternyata orang lain," imbuh Graham-Dixon.
Di kalangan seniman, temuan Cotte jelas menjadi kontroversi. Menurut Martin Kemp, pemegang gelar Profesor Sejarah Seni di Universitas Oxford opini bahwa gambar itu menyembunyikan sesuatu di balik permukaannya, tidak dapat dipertahankan.
"Saya tidak berpikir ada kehati-hatian yang merepresentasikan potret yang berbeda. Saya melihatnya kurang lebih sebagai proses berkelanjutan dari evolusi. Saya percaya bahwa Mona Lisa adalah Lisa," tegasnya. (rsa/vga)