Namun lima belas tahun lalu, Boyega nyaris bukan siapa-siapa. Ia hanya dikenal sebagai salah satu dari sedikit masyarakat London yang menjadi orang terakhir dalam hidup Damilola Taylor. Damilola merupakan korban pembunuhan yang cukup terkenal di London, pada 2000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, itulah kali terakhir Damilola berjumpa dengan teman-temannya. Dua remaja menusuknya dengan pecahan botol. Damilola meninggal karena luka tusuk, hanya 10 hari menjelang ulang tahunnya yang ke-11. Pembunuhnya diketahui adalah imigran Nigeria.
"Mereka mencarinya ketika dia tiba di UK, karena mereka pergi ke sekolah bersama," kata Richard menerangkan kedekatan putranya.
Kenangan buruk itu ternyata terus menghantui Boyega. Ia tak bisa melupakan keluarga Taylor. Saat penayangan perdana Star Wars: The Force Awakens di London, Boyega mengundang kerabat Taylor untuk datang. Ia juga masih memperjuangkan lembaga Damilola Taylor Trust.
Boyega lah yang mendorong lembaga yang diambil dari nama sahabat masa kecilnya itu, untuk mendapat bagian US$1,5 juta atau Rp20,5 miliar dari penggalangan Star Wars: Force for Change. (rsa)