Sebagian orang mungkin memandang Justin sebagai penyanyi termuda yang sukses menempatkan album musik terbarunya, Purpose, di posisi puncak Billboard Hot 100. Begitu pula lagunya What Do You Mean? yang berjaya di Billboard 200.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama timnya, Scooter mati-matian mengemas bisnis sang bintang YouTube asal Canada selama satu setengah tahun. Ia berkaca pada keberhasilan Robert Downey Jr. bangkit dari keterpurukan dan kembali menjalani kehidupan profesional.
Scooter dan timnya pun memutar otak dan mengupayakan banyak hal agar kembalinya sang musisi muda di ranah hiburan, setelah namanya “tercoreng” akibat kenakalanya sendiri, bisa diterima dengan baik oleh publik dan penggemar.
Segala upaya, diakui Scooter, menjadi lebih mudah dilakukan seiring pertobatan Justin yang dilakukan secara konsisten. “Saya harus membuat perubahan dalam hidup saya sendiri,” Scooter menirukan kata-kata Justin.
Di tangan Scooter bersama segenap tim, kembalinya Justin tak langsung ditandai dengan single atau album musik baru, melainkan kiprah lain. Terlebih dulu Justin tampil di acara Comedy Central, berikutnya iklan Calvin Klein.
“Semua sudah dipikirkan sejak awal, dari kiprahnya di acara komedi, iklan pakaian dalam sampai sesi wawancara,” kata Scooter. “Terlebih dulu, dia tampil di Comedy Central agar orang bisa melihat sisi nyata Justin.”
Yang jelas, menurut pria 34 tahun ini, sukses Justin kini bukan sukses semalam. Justin, dirinya, dan segenap tim telah mengalami jatuh bangun selama satu setengah tahun untuk menggarap bisnis dan memoles pamor Justin.
“Orang luar tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi,” kata Scooter. “Sesungguhnya jauh lebih buruk ketimbang yang diperkirakan orang-orang. Bila Justin siap, ia bakal memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi.”
Saat Justin terpuruk, Scooter pun mengaku sedih. “Sulit melihat orang yang kita sayangi harus melewati itu semua. Tapi saya senang, kini semuanya sudah berlalu,” kata Scooter yang juga menangani artis Canada lain.
Bagi Scooter, pantang membicarakan kesuksesan, karena kelak malah menjadi bumerang. Ia pun tak mempermasalahkan orang-orang yang hanya memandang kesuksesannya, walaupun sebenarnya di balik itu ia mengalami jatuh bangun.
(vga/vga)