Ia tinggal satu hotel dengan beberapa musisi yang sama-sama bermain musik di area itu. Suatu pagi ia bertemu Velvet Revolver dan Joe Satriani. "Saya berpikir David Bowie mungkin di hotel yang sama karena kenapa tidak, semua orang ikut bermain di kota ini," tulis Hammett dalam blog-nya, Sabtu (23/1).
Hammett sendiri merupakan penggemar Bowie, yang meninggal karena kanker 10 Januari lalu. Hammett tumbuh besar dengan lagu-lagunya. Tak satu pun ia lewatkan, yang dengan demikian jadi membawa pengaruh sangat besar baginya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi pada hari libur keesokan harinya, Hammett tak ingin melewatkan penampilan sang idola yang kebetulan kedapatan jadwal manggung. Bersama Rob Trujillo "Metallica," ia makan malam di restoran dekat tempat konser, lalu bertaksi.
Berkat Ian Jeffrey, sang manajer tur, Hammett dan Trujillo berhasil masuk dan menonton Bowie. "Sangat keren. Dia punya gitar Earl Slick yang saya sangat suka, dia memainkan semua lagu yang saya harap dia untuk mainkan," Hammett mengenang masa-masa itu.
Menonton saja sudah menjadi kebahagiaan baginya dan Trujillo. Ia sama sekali tak berekspektasi bertemu Bowie. Sebagai sesama musisi, ia tahu dan maklum jika Bowie ingin privasi setelah tampil di atas panggung.
Namun saat Hammett dan Trujillo hendak pergi, Jeffrey melarang. "David ingin menyapa," katanya. Sekitar 15 menit kemudian—biasanya bahkan Metallica butuh setidaknya 45 menit untuk bersantai di belakang panggung—Bowie keluar mengenakan kaus yang berkeringat.
"Hai, apa kabar Kirk? Hai, Rob," demikian ia menyapa, seperti ditirukan Hammett sendiri.
Ia tak bisa percaya hal itu. Sebagaimana penggemar, segala puja-puji langsung terlontar dari mulutnya. Bahwa dirinya menjadikannya idola dan inspirasi, terlepas tanpa sadar saat mengobrol dengan Bowie.
Hammett juga masih ingat Bowie berkata sudah lama tahu soal Metallica dan menyukai musik mereka. Ia meminta mereka terus bermusik.
Sekitar 45 menit Hammett, Trujillo, Bowie, dan beberapa kru yang sebagian saling mengenal, bercengkerama. Tak lama kemudian Hammett pamit, meminta asisten turnya, Tom Robb mencarikan taksi untuk kembali ke hotel.
Saya ke lounge dan melihat David dengan cengiran lebar di wajahnya berkata, 'Duduk, duduk.'Kirk Hammett "Metallica" |
Ia hanya mampu menunduk menatap jalanan, kecewa pada dirinya sendiri sekaligus merasa bodoh. Sampai-sampai, Hammett tak melihat ada bus keluar dari gerbang dan berhenti tepat di hadapannya. Ketika pintunya terbuka, ia melihat manajer tur Bowie menyapa mereka.
"Apakah Anda tinggal di hotel yang sama dengan kami? Sepertinya Anda butuh tumpangan. David ingin saya bertanya apakah Anda mau ikut kami?" demikian sang manajer bertanya.
Hammett langsung merasa seperti kerbau dicocok hidungnya. Dalam sekejap ia mengatakan, "Tentu saja!" Saat akhirnya dipersilakan naik, di setiap langkah ia merasa seperti pria-pria di Wayne's World.
"Saya ke lounge dan melihat David dengan cengiran lebar di wajahnya berkata, 'Duduk, duduk.'" Saat Hammett dan Trujillo menurut, sekali lagi naluri penggemar menguasainya. Ia memuja-muja Bowie, berbincang soal musik dan kecintaannya pada The Dandy Warhols.
Sepanjang jalan yang tidak terlalu jauh itu, sesuai ingatan Hammett, Bowie banyak tertawa. Ia sendiri sangat terkejut melihat betapa sang idola rendah hati dan penuh rasa humor.
"Dari semua foto yang dipublikasikan, Anda akan berpikir dia seperti penuh kuasa tapi bertemu dengannya langsung adalah kebalikannya," Hammett berkomentar. Ia sangat menikmati malam yang begitu indah itu.
Saat akhirnya bus memasuki halaman parkir hotel tempat mereka menginap, Hammett merasa sedih. "Karena perjalanan tumpangan bus paling luar biasa dalam hidup saya itu akan berakhir," tulisnya. Mereka pun berpisah.
Hammett hampir tak pernah menyampaikan kisah yang nyaris tak bisa dipercaya itu. Namun setelah Bowie sendiri tiada, dan seluruh dunia masih mengenangnya, ia ingin berbagi kenangannya sendiri tentang sang idola. (rsa/vga)