Apalagi Chicco, yang dalam film itu berperan sebagai Alek, penerjemah teks film dalam keping-keping film bajakan harus syuting bersama kru pembawa kamera. Chicco lantas syuting dengan "gerilya."
"Kami enggak boleh bawa kamera, selfie saja bisa mati di tempat itu," tutur Chicco bercerita, saat ditemui awak media di Jakarta, pada Rabu (3/1) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mendebarkan, melakukan proses syuting di tempat dan medan yang belum pernah dijajal sebelumnya membuat Chiccho merasa pengalaman serta kemampuan aktingnya bertambah dan terasah. Itu juga diakui Joko selaku sutradara filmnya.
Menurut Joko, semua aktor dan aktris yang membintangi filmnya harus rela merasakan pahitnya tinggal di Jakarta dengan uang yang pas-pasan. "Syuting itu dimulai ketika kita sudah siap jiwa dan raga. Tidak ada fasilitas, semua aktor dan aktris istirahat di trotoar, makan di warteg, kru pun sedikit," ia menjelaskan.
A Copy of My Mind kini telah rampung, bahkan sudah ditayangkan di festival-festival di beberapa negara. Film itu baru tayang di Indonesia pada 11 Februari mendatang. Menariknya, perizinan baru dilakukan Joko dan tim seusai syuting.
"Kalau kami izin di depan, bisa-bisa masyarakat sadar kamera nantinya." (rsa)