Demi menyambung napas, musisi saat ini lebih menggantungkan hidup dari penjualan karya mereka melalui toko-toko digital.
Meski demikian ternyata hal itu ditolak oleh duo asal Yogyakarta, Stars and Rabbit. Duet vokalis dan gitaris Elda Suryani dan Adi Widodo itu merasa lebih bisa menyambung hidup dari penjualan kaset. Mereka mengaku lebih mudah menjual karya dengan cara 'kulakan'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lakunya ratusan karya fisik mereka yang dibanderol seharga Rp 75ribu itu, Elda dan Adi pun merasa mendapat apresiasi yang sangat besar dari pendengarnya.
Elda menyebut, saat ini kaset album pertama mereka itu bagai pertanda kesempatan besar untuk mereka membangun kembali pasar kaset.
"Toko-toko musik yang besar memang pada tutup, tapi toko yang kecil malah makin banyak membantu kita. Aku melihatnya sekarang orang-orang apresiasi ke karya fisik lagi. Jadi, musisi-musisi eceran kayak kita ini jadi terbuka lagi kesempatannya," katanya.
Adi menimpali, penjualan kaset yang mereka lakukan bukan berarti membuat mereka menolak untuk menjual karya di toko digital. Saat ini, album kedua mereka yang berjudul Constelation pun sudah masuk dalam daftar lagu di iTunes ataupun situs streaming musik.
"Kami merasanya penjualan fisik itu salah satu yang bisa bikin kita manjangin napas. Karena kalau di iTunes sendiri kan report (laporan penjualan)-nya di akhir tahun dan cuma beberapa dollar. Makanya kami menguliknya dengan cara seperti ini. Ya paling gampang memang jual kulak-an sendiri," ujarnya.
(meg)